Rajagukguk, Jonson (2025) Pengembangan Model Manajemen Pelatihan Berbasis Collaborative Learning in The Organized Training System (CarLOS) Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru SD di Kabupaten Dairi. Doctoral thesis, UNIMED.
8186114004_Cover.pdf
Download (178kB)
8186114004_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (1MB)
8186114004_Abstrak.pdf
Download (106kB)
8186114004_Kata_Pengantar.pdf
Download (188kB)
8186114004_Daftar_Isi.pdf
Download (147kB)
8186114004_Daftar_Tabel.pdf
Download (88kB)
8186114004_Daftar_Gambar.pdf
Download (59kB)
8186114004_Daftar_Lampiran.pdf
Download (55kB)
8186114004_BAB_I.pdf
Download (907kB)
8186114004_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
8186114004_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
8186114004_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
8186114004_BAB_V.pdf
Download (196kB)
8186114004_Daftar_Pustaka.pdf
Download (364kB)
8186114004_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model manajemen pelatihan berbasis CarLOS guna meningkatkan kompetensi pedagogik guru SD di Kabupaten Dairi. Tujuan penelitian ini meliputi: (1) menemukan karakteristik model manajemen pelatihan berbasis CarLOS, (2) mengetahui kelayakan model dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru SD, dan (3) menilai efektivitas model ini dalam meningkatkan kompetensi pedagogik. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model prosedural yang mengadopsi langkah-langkah ADDIE (Assume, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik model CarLOS mencakup lima elemen utama: Collaborative Design, Adaptive Flexibility, Active Collaborative Learning, Technology-Enhanced Collaborative Learning, dan Theory Integration. Model ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan pelatihan yang terus berkembang, melibatkan peserta secara aktif, dan mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Kelayakan model ini dinilai sangat baik dengan skor rata-rata kelayakan 94%, menunjukkan bahwa model ini sangat layak diterapkan. Selain itu, hasil uji coba menunjukkan efektivitas yang tinggi dengan peningkatan kompetensi pedagogik yang signifikan pada kedua uji coba terbatas dan luas, dengan nilai N-Gain yang mencapai 76,08% dan 77,87%, masing-masing, yang tergolong dalam kategori sangat efektif. Implikasi dari penelitian ini memperkuat teori yang mendukung pentingnya pelatihan bagi guru sebagai usaha meningkatkan kompetensi pedagogik. Secara praktis, model CarLOS memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan pemahaman guru terhadap karakteristik peserta didik, teori belajar, pengembangan kurikulum, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi untuk memperluas penerapan model ini, serta kepada kepala sekolah dan guru SD untuk mengintegrasikan model pelatihan ini dalam pengembangan profesionalisme mereka.
