Nafis, Maghfiratun (2025) Hubungan Asupan Natrium, Merokok dan Aktivitas Fisik pada Laki-laki Dewasa di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Peudada. Undergraduate thesis, UNIMED.
5211240010_Cover.pdf
Download (253kB)
5211240010_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (561kB)
5211240010_Abstrak.pdf
Download (342kB)
5211240010_Kata_Pengantar.pdf
Download (250kB)
5211240010_Daftar_Isi.pdf
Download (282kB)
5211240010_Daftar_Tabel.pdf
Download (200kB)
5211240010_Daftar_Gambar.pdf
Download (197kB)
5211240010_Daftar_Lampiran.pdf
Download (200kB)
5211240010_BAB_I.pdf
Download (566kB)
5211240010_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (933kB)
5211240010_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (820kB)
5211240010_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5211240010_BAB_V.pdf
Download (382kB)
5211240010_Daftar_Pustaka.pdf
Download (379kB)
5211240010_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Prevalensi hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Peudada masih
tinggi yaitu sebesar 66,6%. Tekanan darah tinggi dapat dipengaruhi oleh asupan
natrium, merokok dan aktivitas fisik. Hasil observasi asupan natrium responden
banyak yang tinggi sebesar 53,3%, perokok berat sebesar 60% dan aktivitas fisik
yang rendah sebesar 66,6%. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran
karakteristik responden dan hubungan asupan natrium, merokok dan aktivitas fisik
dengan tekanan darah pada laki-laki dewasa di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Peudada.
Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional. Populasi dalam
penelitian ini yaitu laki-laki dewasa usia 30-44 tahun yang ada di Desa Meunasah
Cut sebanyak 175 orang. Sampel diambil sebanyak 60 orang dengan menggunakan
rumus Lemeshow dengan teknik pengambilan sampel snowball sampling. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pengukuran tekanan darah dan
wawancara. Instrument yang digunakan adalah formulir semi-quantitative food
frequency questionnaire (SQ-FFQ), kuesioner merokok dan formulir physical
activity level (PAL). Alat ukur yang digunakan adalah sphygmomanometer digital.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia
30 sampai 34 tahun (45%). Pendidikan terakhir responden tamatan SMA/sederajat
(65%). Mayoritas pekerjaan responden sebagai petani (38,3%), pendapatan
termasuk ketegori rendah (35%) dan sebagian besar tidak memiliki riwayat
hipertensi keluarga (90%). Asupan natrium responden cukup (88,3%), merokok
dengan kategori perokok berat (58,3%). Sebagian besar aktivitas fisik responden
ringan (53,3%). Uji korelasi Rank-Spearman menunjukkan adanya hubungan
signifikan antara asupan natrium (p=0,001; r=0,429) dan merokok (p=0,000;
r=0,616) dengan tekanan darah yang memiliki arah positif. Artinya semakin cukup
asupan natrium, maka semakin tidak normal tekanan darah seseorang, dan semakin
berat status rokok, maka semakin tidak normal tekanan darah seseorang. Aktivitas
fisik juga berhubungan signifikan dengan tekanan darah (p=0,046; r=-0,259)
namun memiliki arah negatif. Artinya semakin besar aktivitas fisik, maka semakin
normal tekanan darah seseorang
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Asupan natrium, aktivitas fisik, merokok, tekanan darah |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC581 Specialties of internal medicine > RC620 Nutritional diseases. Deficiency diseases |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Gizi |
| Depositing User: | Mrs Susiani Susiani |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 09:32 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 09:32 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67232 |
