Zalukhu, Dian Algaven (2026) Hubungan Asupan Lemak dan Aktivitas Fisik dengan Massa Lemak Tubuh pada Jemaat Gereja Angowuloa Fa’awõsa Khõ Yesu (AFY) Kota Medan. Undergraduate thesis, UNIMED.
5223240017_Cover.pdf
Download (124kB)
5223240017_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (562kB)
5223240017_Abstrak.pdf
Download (544kB)
5223240017_Kata_Pengantar.pdf
Download (480kB)
5223240017_Daftar_Isi.pdf
Download (230kB)
5223240017_Daftar_Tabel.pdf
Download (228kB)
5223240017_Daftar_Gambar.pdf
Download (199kB)
5223240017_Daftar_Lampiran.pdf
Download (228kB)
5223240017_BAB_I.pdf
Download (767kB)
5223240017_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5223240017_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5223240017_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5223240017_BAB_V.pdf
Download (367kB)
5223240017_Daftar_Pustaka.pdf
Download (573kB)
5223240017_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Massa lemak tubuh merupakan salah satu indikator komposisi tubuh yang menggambarkan proporsi jaringan lemak terhadap total massa tubuh. Massa lemak tubuh yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti obesitas, diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan sindrom metabolik. Peningkatan massa lemak tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya asupan lemak yang berlebihan serta aktivitas fisik yang rendah pada usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan lemak dan aktivitas fisik dengan massa lemak tubuh pada jemaat Gereja Angowuloa Fa’awõsa Khõ Yesu (AFY) Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain cross–sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jemaat Gereja AFY Kota Medan sebanyak 206 orang. Sampel penelitian berjumlah 64 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data asupan lemak diperoleh menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), aktivitas fisik diukur menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), sedangkan massa lemak tubuh diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Analisis data menggunakan uji Rank Spearman dan Regresi Logistik Binomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan lemak dengan kategori lebih sebanyak 35 responden (54,7%), aktivitas fisik yang tidak memenuhi rekomendasi WHO sebanyak 41 responden (64,1%), dan massa lemak tubuh dengan kategori sangat tinggi sebanyak 37 responden (57,8%) serta kategori tinggi sebanyak 17 orang (26,6%). Hasil uji Rank Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara asupan lemak dengan massa lemak tubuh (r = 0,521; p–value < 0,001), serta terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara aktivitas fisik dengan massa lemak tubuh (r = -0,349; p–value = 0,005). Hasil analisis regresi logistik binomial menunjukkan bahwa asupan lemak (p–value = 0,005; OR = 9,869) dan aktivitas fisik (p–value = 0,004; OR = 0,048) secara simultan berhubungan signifikan dengan massa lemak tubuh. Asupan lemak merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan massa lemak tubuh, sedangkan aktivitas fisik yang memenuhi rekomendasi WHO berhubungan dengan peluang yang lebih kecil mengalami massa lemak tubuh tinggi atau sangat tinggi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Massa Lemak Tubuh; Asupan Lemak; Aktivitas Fisik |
| Subjects: | T Technology > TX Home economics > TX341 Nutrition. Foods and food supply |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Gizi |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 03:27 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 03:27 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/69166 |
