Nazara, Kasiani (2026) Pergeseran Fungsi Tari Faluaya dari Ritual Menjadi Pertunjukan pada Masyarakat Kecamatan Maniamolo Kabupaten Nias Selatan. Undergraduate thesis, UNIMED.
2213341005_Cover.pdf
Download (42kB)
2213341005_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (249kB)
2213341005_Abstrak.pdf
Download (46kB)
2213341005_Kata_Pengantar.pdf
Download (154kB)
2213341005_Daftar_Isi.pdf
Download (221kB)
2213341005_Daftar_Gambar.pdf
Download (202kB)
2213341005_Daftar_Tabel.pdf
Download (201kB)
2213341005_Daftar_Lampiran.pdf
Download (200kB)
2213341005_BAB_I.pdf
Download (408kB)
2213341005_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (630kB)
2213341005_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (389kB)
2213341005_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
2213341005_BAB_V.pdf
Download (239kB)
2213341005_Daftar_Pustaka.pdf
Download (219kB)
2213341005_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pergeseran fungsi Tari Faluaya
pada masyarakat Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, dari konteks
ritual menjadi pertunjukan. Penelitian ini berlandaskan pada teori pergeseran
fungsi menurut Sedyawati (1985), yang menyatakan bahwa perubahan dalam seni
tradisional tidak selalu terjadi pada bentuk, melainkan lebih banyak pada tataran
makna dan konteks penyajian. Metode penelitian yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui
observasi, wawancara dengan tokoh adat, pelaku seni, dan masyarakat, serta
dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran
fungsi Tari Faluaya terjadi pada dua aspek utama, yaitu tataran makna dan
konteks penyajian. Pada tataran makna, Tari Faluaya yang di masa lampau
bernilai spiritual, sakral, dan lekat dengan kepercayaan roh leluhur, kini telah
bergeser atau bertransformasi menjadi sarana hiburan, atraksi budaya, serta media
edukasi bagi generasi muda. Pergeseran fungsi ini dipengaruhi oleh dinamika
sistem kepercayaan masyarakat, khususnya masuknya agama Kristen, serta
derasnya arus modernisasi dan globalisasi. Pada konteks penyajian, Tari Faluaya
yang sebelumnya hanya ditampilkan dalam upacara adat dengan aturan yang
ketat, kini tidak lagi terbatas pada lingkungan adat, melainkan dapat dipentaskan
dalam berbagai acara seperti festival budaya, pertunjukan seni, dan kegiatan
pariwisata. Selain itu, terjadi perubahan pada aspek pelaku, ruang pertunjukan,
serta tujuan pementasan yang bergeser dari fungsi ritual menjadi hiburan, edukasi,
dan pelestarian budaya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Pergeseran fungsi; Tari Faluaya; ritual; pertunjukan |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure M Music and Books on Music > MT Instruction and study |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Tari |
| Depositing User: | Ricky Syahrizal |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 04:01 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 04:01 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/68731 |
