Haloho, Trary Artha Mulabaya (2026) Inkulturasi Musik Tradisional Simalungun Di GKPS Bane Distrik I Pematang Siantar. Undergraduate thesis, UNIMED.
2213142043_Cover.pdf
Download (78kB)
2213142043_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (290kB)
2213142043_Abstrak.pdf
Download (152kB)
2213142043_Kata_Pengantar.pdf
Download (157kB)
2213142043_Daftar_Isi.pdf
Download (258kB)
2213142043_Daftar_Gambar.pdf
Download (132kB)
2213142043_BAB_I.pdf
Download (327kB)
2213142043_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (567kB)
2213142043_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (371kB)
2213142043_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
2213142043_BAB_V.pdf
Download (189kB)
2213142043_Daftar_Pustaka.pdf
Download (254kB)
2213142043_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (306kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses inkulturasi musik
tradisional Simalungun dalam ibadah Gereja Kristen Protestan Simalungun
(GKPS), mengidentifikasi bentuk dan unsur musik yang digunakan, serta
menganalisis respon jemaat terhadap penerapannya. Penelitian ini menggunakan
teori inkulturasi menurut Aylward Shorter dan Robert Schreiter, teori musik
tradisional dan bentuk musik menurut Pono Banoe dan Karl-Edmund Prier, teori
musik liturgi gereja menurut Joseph Gelineau, serta teori Stimulus–Organism–
Response (S–O–R) oleh Mehrabian dan Russell. Pendekatan yang digunakan
adalah kualitatif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan
studi dokumentasi terhadap pendeta, musisi gereja, dan majelis jemaat GKPS Bane
Pematang Siantar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inkulturasi musik
tradisional Simalungun dilaksanakan secara bertahap dan selektif melalui
penggunaan bahasa, melodi, ritme, serta alat musik tradisional yang disesuaikan
dengan tata ibadah GKPS, dan diterima secara positif oleh jemaat. Inkulturasi ini
memperkaya penghayatan iman, memperkuat identitas budaya, serta mendukung
pelestarian budaya lokal, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan
sumber daya manusia dan perbedaan pemahaman teologis. Oleh karena itu,
diperlukan pembinaan dan dialog teologis berkelanjutan agar inkulturasi musik
dapat diterapkan secara optimal dan kontekstual.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | inkulturasi; musik tradisional; Simalungun; GKPS; Pematang Siantar |
| Subjects: | M Music and Books on Music > M Music M Music and Books on Music > ML Literature on music |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Musik |
| Depositing User: | Ricky Syahrizal |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 07:42 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 07:42 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/68627 |
