Rizka, Meisya Arifa (2025) Pengaruh Pemberian Air Kelapa Muda Terhadap Status Hidrasi Pada Atlet SSB Generasi Sampali. Undergraduate thesis, UNIMED.
5191240008_Cover.pdf
Download (156kB)
5191240008_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (304kB)
5191240008_Abstrak.pdf
Download (404kB)
5191240008_Kata_Pengantar.pdf
Download (204kB)
5191240008_Daftar_Isi.pdf
Download (321kB)
5191240008_Daftar_Tabel.pdf
Download (122kB)
5191240008_Daftar_Gambar.pdf
Download (144kB)
5191240008_Daftar_Lampiran.pdf
Download (135kB)
5191240008_BAB_I.pdf
Download (371kB)
5191240008_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (749kB)
5191240008_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5191240008_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (884kB)
5191240008_BAB_V.pdf
Download (203kB)
5191240008_Daftar_Pustaka.pdf
Download (360kB)
5191240008_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tingginya tingkat dehidrasi pada atlet sepak bola SSB Generasi Sampali
menjadi permasalahan utama yang berdampak pada menurunnya prestasi,
konsentrasi, dan kecepatan reaksi atlet. Hal ini diperburuk dengan kurangnya
kecukupan cairan serta minimnya pengetahuan mengenai pentingnya hidrasi dan
asupan cairan pada atlet. Alternatif alami seperti air kelapa muda yang kaya
elektrolit berpotensi menjadi pilihan minuman rehidrasi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui: (1) karakteristik atlet SSB Generasi Sampali, (2) pengaruh
pemberian air kelapa muda dan minuman isotonik terhadap status hidrasi, serta (3)
perbandingan pengaruh kedua jenis cairan tersebut terhadap tingkat dehidrasi
atlet.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di Sekolah Sepak Bola
(SSB) Generasi Sampali yang berlokasi di Jl. Pondok Rawa, Kecamatan Percut
Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Desain penelitian yang
digunakan adalah true experimental dengan pendekatan pre-test post-test with
control group design. Sebanyak 24 atlet remaja usia 15–18 tahun dipilih secara
acak dan dibagi menjadi dua kelompok: kelompok perlakuan (diberi air kelapa
muda) dan kelompok kontrol (diberi minuman isotonik komersial). Setiap subjek
menerima 300 mL cairan setelah latihan fisik, dan status hidrasi diukur sebelum
dan sesudah intervensi menggunakan reagent strip urin berdasarkan berat jenis
urin (BJU).
Hasil analisis menunjukkan bahwa baik pemberian air kelapa muda
maupun minuman isotonik berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat
dehidrasi (p<0,05). Namun, selisih pengaruh antara keduanya sangat kecil
sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara keduanya
dalam menurunkan tingkat dehidrasi. Dengan demikian, kedua jenis cairan ini
sama-sama efektif sebagai minuman rehidrasi pasca aktivitas fisik intens, tanpa
perbedaan yang mencolok dari segi efektivitas.
Kesimpulannya, baik air kelapa muda maupun minuman isotonik dapat
dijadikan pilihan efektif untuk menjaga status hidrasi atlet remaja setelah latihan
berat. Air kelapa muda sebagai sumber elektrolit alami dapat menjadi alternatif
yang setara dengan minuman isotonik komersial dalam mendukung performa
atletik
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Air kelapa muda, hidrasi, atlet |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM146 Misuse of therapeutic drugs. Medication errors |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Gizi |
| Depositing User: | Mrs Susiani Susiani |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 09:48 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 09:48 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67233 |
