Irwansyah, Feri (2025) Eksistensi Landek Seluk Dalam Ritual Nampeken Jinujung Pada Masyarakat Karo Di Desa Namo Mbelin Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang. Undergraduate thesis, UNIMED.
2203141028_Cover.pdf
Download (245kB)
2203141028_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (3MB)
2203141028_Abstrak.pdf
Download (264kB)
2203141028_Kata_Pengantar.pdf
Download (143kB)
2203141028_Daftar_Isi.pdf
Download (255kB)
2203141028_Daftar_Gambar.pdf
Download (226kB)
2203141028_Daftar_Tabel.pdf
Download (224kB)
2203141028_Daftar_Lampiran.pdf
Download (225kB)
2203141028_BAB_I.pdf
Download (472kB)
2203141028_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (532kB)
2203141028_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (309kB)
2203141028_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
2203141028_BAB_V.pdf
Download (273kB)
2203141028_Daftar_Pustaka.pdf
Download (307kB)
2203141028_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Eksistensi Landek Seluk Dalam
Ritual Nampeken Jinujung Pada Masyarakat Karo Di Desa Namo Mbelin
Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang. Landasan teoritis dalam
penelitian ini adalah yang dikemukanan oleh Hasan (2008:380) “eksistensi
memiliki arti keberadaan. Maka dapat dipahami bahwa pengertian eksistensi adalah
keberadaan atau keaktifan sesuatu, baik itu karya atau pencipta karya itu sendiri”.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Adapun waktu penelitian yang dilaksanakan dalam penelitian ini yakni dicapai
dalam waktu tiga bulan. Populasi dan sampel Penelitian ini adalah Pengetua Adat
dan penari yang berjumlah 5 orang. Untuk mendapatkan data, penulis melakukan
observasi data lapangan, dokumentasi dan melakukan wawancara serta melengkapi
data-data lewat penelitian yang dilaksanakan di Desa Namo Mbelin Kecamatan
Namorambe Kabupaten Deli Serdang. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa
eksistensi Landek Seluk dalam ritual Nampeken Jinujung terakhir kali di laksanakan
pada tahun 1992, karena beliau sendiri selaku narasumber yang menjadi penari di
ritual tersebut. Sampai sekarang belum pernah dilihat kembali Landek Seluk yang
berhubungan untuk ritual Nampeken Jinujung. Jikalau dilakukan yaitu secara
tersembunyi atau tertutup. Pada ritual Nampeken Jinujung terdapat beberapa gerak
yaitu erdalan ersikap erseluk, eruis muatken erseluk, erseluk guru murjah-murjah
muatken erseluk, membuang upah latih, dan mejuah-juah kerirahen. Properti yang
digunakan seperti kampil, sirih, gambir, kapur sirih, pinang, tembakau, cawan, jeruk
purut, keranjang, daun sanggar, daun kalinjuhang, daun puring teri, daun sampe
sempilat, sumpit, beras, kelapa, ayam putih, pisau, dan amak mbentar (tikar).
Landek Seluk dalam ritual Nampeken Jinujung tidak memiliki pola lantai yang
baku. Karena dalam melakukan ritual tersebut tidak ada aturan dalam berpola lantai
serta penari dibebaskan untuk bergerak mengikuti alunan musik. Namun penulis
membuat beberapa contoh pola lantai yang sederhana supaya mudah untuk di
pahami.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Eksistensi; Landek Seluk; Ritual Nampeken Jinujung |
| Subjects: | N Fine Arts > NX Arts in general |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Tari |
| Depositing User: | Ricky Syahrizal |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 03:00 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 03:00 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66550 |
