Waruwu, Ulfi Clara Septiani (2026) Bentuk Penyajian Tortor Simodak-odak pada Masyarakat Simalungun. Undergraduate thesis, UNIMED.
2213141011_Cover.pdf
Download (216kB)
2213141011_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (464kB)
2213141011_Abstrak.pdf
Download (521kB)
2213141011_Kata_Pengantar.pdf
Download (332kB)
2213141011_Daftar_Isi.pdf
Download (406kB)
2213141011_Daftar_Gambar.pdf
Download (209kB)
2213141011_Daftar_Tabel.pdf
Download (23kB)
2213141011_Daftar_Lampiran.pdf
Download (23kB)
2213141011_BAB_I.pdf
Download (591kB)
2213141011_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (657kB)
2213141011_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (398kB)
2213141011_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
2213141011_BAB_V.pdf
Download (229kB)
2213141011_Daftar_Pustaka.pdf
Download (363kB)
2213141011_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (479kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tortor Simodakodak
pada masyarakat Simalungun. Tortor Simodak-odak merupakan tortor
pergaulan muda dan mudi yang menggambarkan proses perkenalan, romansa,
hingga komitmen menuju jenjang yang lebih serius. Teori yang digunakan yaitu
bentuk penyajian Susanne K. Langer (1978:15-16) yang menyatakan bahwa bentuk
penyajian tari adalah wujud keseluruhan dari suatu penampilan yang di dalamnya
terdapat aspek-aspek atau elemen-elemen pokok yang ditata dan diatur sedemikian
sehingga memiliki nilai estetis yang tinggi. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Penelitian berlokasi di Sanggar Seni Sayur Matua,
Desa Pardomuan Tongah, Simalungun. Hasil penelitian menunjukkan tortor
Simodak-odak memiliki sembilan ragam gerak yang secara simbolis
merepresentasikan tahapan pendekatan antara laki-laki dan perempuan seperti
sombah, sombah kanan, sombah kiri, mangelek, patugahkon na ibagas uhur,
manulak, mambere partadingan, manjalo padan, mulak. Tata rias yang digunakan
baik oleh penari laki-laki dan penari perempuan adalah tata rias sederhana yang
warnanya disesuaikan dengan kostum. Busana yang dikenakan oleh penari laki-laki
diantaranya baju panjang, celana panjang, hiou suri-suri, hiou ragi cantik,dan
gotong. Busana yang dikenakan oleh penari perempuan diantaranya kebaya, hiou
suri-suri, hiou hatirongga, dan bulang. Musik iringan yang digunakan adalah lagu
Simodak-odak karya Taralamsyah Saragih dengan instrumen musik tradisional
simalungun seperti gonrang sipitu-pitu, sarunei, mingmong, ogung. Properti yang
digunakan adalah uang yang akan menjadi simbol partadingan. Tempat
pertunjukan pada tortor Simodak-odak dapat dilaksanakan ditempat terbuka seperti
lapangan atau halaman sekolah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Tortor Simodak-odak; bentuk penyajian; masyarakat Simalungun; tari tradisional |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure M Music and Books on Music > MT Instruction and study |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Tari |
| Depositing User: | Ricky Syahrizal |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 04:03 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 04:03 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/68904 |
