Sinaga, Indah Mewah (2026) Bentuk Penyajian Tortor Pandungodungoion Dalam Upacara Saur Matua Pada Masyarakat Batak Toba Di Desa Sabungannihuta Kabupaten Samosir. Undergraduate thesis, UNIMED.
2213141008_Cover.pdf
Download (55kB)
2213141008_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (304kB)
2213141008_Abstrak.pdf
Download (70kB)
2213141008_Kata_Pengantar.pdf
Download (122kB)
2213141008_Daftar_Isi.pdf
Download (113kB)
2213141008_Daftar_Gambar.pdf
Download (48kB)
2213141008_Daftar_Tabel.pdf
Download (46kB)
2213141008_BAB_I.pdf
Download (268kB)
2213141008_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (279kB)
2213141008_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (124kB)
2213141008_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
2213141008_BAB_V.pdf
Download (87kB)
2213141008_Daftar_Pustaka.pdf
Download (182kB)
2213141008_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (478kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian Tortor
Pandungodungoion dalam upacara Saur Matua pada masyarakat Batak Toba di
Desa Sabungannihuta, Kabupaten Samosir. Teori yang digunakan adalah bentuk
penyajian, menurut Soedarsono (1978:21) Bentuk yang dimaksud dalam
penyajiannya meliputi unsur-unsur yang saling berkaitan antara lain gerak tari, pola
lantai, musik tari, rias dan busana, properti, waktu dan tempat pertunjukan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek
penelitian yang terdiri atas raja parhata, pargondang, serta masyarakat yang
pernah terlibat langsung dalam pelaksanaan upacara Saur Matua. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan
dokumentasi. Sedangkan, analisis data dilakukan berdasarkan konsep bentuk
penyajian tari menurut Soedarsono yang meliputi unsur gerak tari, pola lantai,
musik pengiring, tata rias dan busana, serta waktu dan tempat pertunjukanHasil
penelitian menunjukkan bahwa gerak tortor Pandungodungoion terdapat tiga
ragam gerak yaitu somba, siuk, dan pasu-pasu. Gerak somba menjadi motif
dominan sebagai bentuk penghormatan kepada hula-hula, Tuhan Yang Maha Esa,
dan orang tua yang telah meninggal, sedangkan gerak pasu-pasu dilakukan sebagai
doa dan pemberkatan. Pola lantai berbentuk garis lurus horizontal dengan posisi
saling berhadapan sesuai sistem Dalihan Na Tolu, yang mencerminkan pembagian
peran dalam struktur kekerabatan. Iringan musik menggunakan gondang bolon
dengan instrumen tradisional Batak Toba yang mendukung jalannya prosesi adat.
Penyajian tidak menggunakan properti, tata rias bersifat sederhana, dan busana
yang dikenakan berupa busana adat Batak Toba dengan memakai pakaian warna
gelap, perempuan memakai kebaya hitam, rok disesuaikan dengan kebaya dan
menggunakan hande-hande, laki-laki memakai jas hitam dan memakai handehande.
Tortor Pandungodungoion dilaksanakan pada malam hari di dalam rumah
duka dan berlangsung sekitar tiga jam.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Tortor Pandungodungoion; Saur Matua; Batak Toba; Bentuk Penyajian; Dalihan Na Tolu |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure > GV1580 Dancing |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Tari |
| Depositing User: | Ricky Syahrizal |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 02:35 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 02:35 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/68723 |
