Ticoalu, Ruth Wanda Selga (2026) Bentuk Dan Fungsi Musik Tradisional Batak Toba Pada Upacara Adat Kematian Saur Matua Di Desa Garoga Sibargot Kabupaten Tapanuli Utara. Undergraduate thesis, UNIMED.
2213342016_Cover.pdf
Download (34kB)
2213342016_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (178kB)
2213342016_Abstrak.pdf
Download (47kB)
2213342016_Kata_Pengantar.pdf
Download (340kB)
2213342016_Daftar_Isi.pdf
Download (156kB)
2213342016_Daftar_Gambar.pdf
Download (24kB)
2213342016_Daftar_Tabel.pdf
Download (24kB)
2213342016_BAB_I.pdf
Download (585kB)
2213342016_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (547kB)
2213342016_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (338kB)
2213342016_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (728kB)
2213342016_BAB_V.pdf
Download (221kB)
2213342016_Daftar_Pustaka.pdf
Download (372kB)
2213342016_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (739kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1)Untuk mendeskripsikan bentuk
musik tradisional Batak Toba dalam upacara adat kematian Saur Matua di Desa
Garoga Sibargot. (2)Untuk menganalisis fungsi musik tradisional Batak Toba
dalam upacara adat kematian Saur Matua. (3)Untuk mengetahui peran musik dalam
setiap tahapan upacara adat kematian Saur Matua. (4)Untuk mengidentifikasi
adanya perubahan bentuk dan fungsi musik tradisional dalam konteks masyarakat
modern. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah diantaranya: teori bentuk
musik, fungsi, peran musik dalam ritual, dan perubahan budaya (modernisasi).
Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan
data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan
dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menemukan: (1) Bentuk musik tradisional Batak Toba dalam upacara
saur matua disajikan melalui ansambel gondang sabangunan dengan struktur
musikal yang terorganisir, bersifat kolektif, dan berpola repetitif, serta memiliki
makna simbolik yang berkaitan dengan sistem ritual dan budaya masyarakat; (2)
Fungsi musik dalam upacara saur matua bersifat multidimensional, meliputi fungsi
ritual sebagai media komunikasi spiritual, fungsi sosial sebagai penguat solidaritas
masyarakat, dan fungsi budaya sebagai penanda identitas Batak Toba; (3) Peran
musik sangat dominan dalam pelaksanaan upacara, yaitu sebagai pengiring utama,
pengatur jalannya prosesi, sarana komunikasi nonverbal, pembangun suasana
emosional, serta simbol identitas budaya dan status sosial keluarga. (4) Terdapat
perubahan pada bentuk dan fungsi musik yang bersifat adaptif, seperti
penyederhanaan penyajian, penyesuaian durasi, serta perluasan fungsi menjadi
hiburan, namun tidak menghilangkan peran utama musik sebagai bagian integral
dalam upacara adat saur matua. Berdasarkan perspektif etnomusikologi, musik
dalam upacara Saur Matua tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial dan budaya
masyarakatnya. Musik tidak hanya berfungsi sebagai pengiring, tetapi juga sebagai
bagian integral dari sistem adat yang mengatur jalannya upacara. Meskipun
demikian, terdapat tantangan dalam pelestarian musik tradisional akibat pengaruh
modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan
upaya pelestarian yang berkelanjutan agar nilai-nilai budaya yang terkandung
dalam musik tradisional Batak Toba tetap terjaga.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Bentuk; Fungsi; Musik Tradisional; Batak Toba; Saur Matua |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs M Music and Books on Music > ML Literature on music |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Musik |
| Depositing User: | Ricky Syahrizal |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 04:21 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 04:21 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/68549 |
