Gultom, Ruth Steffie Argatha (2026) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARCS (ATTENTION, RELEVANCE, CONFIDENCE, SATISFACTION) BERBASIS MASALAH KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP. Undergraduate thesis, UNIMED.
4213311016_Cover.pdf
Download (45kB)
4213311016_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (518kB)
4213311016_Abstrak.pdf
Download (160kB)
4213311016_Kata_Pengantar.pdf
Download (167kB)
4213311016_Daftar_Isi.pdf
Download (347kB)
4213311016_BAB_I.pdf
Download (674kB)
4213311016_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (881kB)
4213311016_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (950kB)
4213311016_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (562kB)
4213311016_BAB_V.pdf
Download (359kB)
4213311016_Daftar_Pustaka.pdf
Download (321kB)
4213311016_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) penerapan model pembelajaran ARCS berbasis masalah kontekstual dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP dalam pembelajaran matematika; (2) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran ARCS berbasis masalah kontekstual. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini Adalah siswa kelas VIII-3 SMP Negeri 4 Medan tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 30 siswa. Objek dalam penelitian ini Adalah kemampuan berpikir kritis siswa dengan penerapan model pembelajaran ARCS berbasis masalah kontekstual. Instrumen penelitian yang dilakukan Adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ARCS berbasis masalah kontekstual secara sistematis dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Peningkatan terlihat dari nilai rata-rata skor kemampuan berpikir kritis yang mengalami peningkatan dari TKBK awal 43,74 (kurang kritis) dan TKBK siklus II 84,79 (kritis) dengan skor ����� 0,73 (peningkatan kategori tinggi); Dari TKBK siklus I 76,18 (cukup kritis) TKBK siklus II 84,79 (kritis) dengan skor ����� 0,39 (peningkatan kategori sedang). Persentase ketuntasan belajar klasikal meningkat dari 16,67% (pra tindakan), menjadi 66,67% (siklus I), dan 90% (siklus II), yang berarti telah melampaui kriteria ≥ 85%. Dari analisis proses penyelesaian jawaban, ditemukan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menganalisis,mengevaluasi pada siklus I. Namun, kesulitan ini menurun signifikan pada siklus II. Dengan demikian, model ini efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB1025 Teaching (Principles and Practice) L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools Q Science > QA Mathematics |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Matematika |
| Depositing User: | Mrs Harly Christy Siagian |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 08:42 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 08:43 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67860 |
