Harahap, Adnan Padlan Saputra (2025) Perbedaan Pengaruh Latihan Downhill Running Dan Uphill Running Terhadap Kecepatan Lari 100 Meter Putra Umur 16-19 Tahun Poison Atletik Club Tapsel 2025. Undergraduate thesis, UNIMED.
6201121015_Cover.pdf
Download (45kB)
6201121015_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (607kB)
6201121015_Abstrak.pdf
Download (323kB)
6201121015_Kata_Pengantar.pdf
Download (224kB)
6201121015_Daftar_Isi.pdf
Download (212kB)
6201121015_Daftar_Gambar.pdf
Download (114kB)
6201121015_Daftar_Tabel.pdf
Download (113kB)
6201121015_Daftar_Lampiran.pdf
Download (116kB)
6201121015_BAB_I.pdf
Download (347kB)
6201121015_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
6201121015_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (298kB)
6201121015_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (358kB)
6201121015_BAB_V.pdf
Download (140kB)
6201121015_Daftar_Pustaka.pdf
Download (145kB)
6201121015_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum optimalnya kemampuan kecepatan lari 100 meter pada atlet putra usia 16–19 tahun di Poison Atletik Club Tapanuli Selatan. Variasi metode latihan seperti downhill running dan uphill running dinilai dapat memberikan stimulus berbeda untuk meningkatkan performa sprint. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara latihan downhill running dan uphill running terhadap peningkatan kecepatan lari 100 meter. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 orang. Sampel penelitian berjumlah 10 atlet yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing diberi perlakuan latihan downhill running dan uphill running selama 6 minggu. Data diperoleh melalui tes lari 100 meter sebelum dan sesudah latihan, kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik latihan downhill running maupun uphill running memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kecepatan lari 100 meter (hipotesis 1 dan 2 diterima). Namun, berdasarkan hasil uji-t hipotesis ketiga, diperoleh nilai thitung > ttabel yaitu thitung sebesar 6,94 dan ttabel sebesar 2,364 dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok latihan. Latihan downhill running memberikan peningkatan kecepatan yang lebih besar dibandingkan uphill running, karena mampu meningkatkan frekuensi langkah dan kecepatan maksimal, sedangkan uphill running lebih berfokus pada penguatan otot tungkai. Kesimpulannya, latihan downhill running lebih efektif dalam meningkatkan kecepatan lari 100 meter dibandingkan uphill running. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi pelatih dan atlet dalam menentukan metode latihan yang tepat untuk meningkatkan performa sprint.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Downhill Running, Uphill Running, Kecepatan Lari, Sprint 100 Meter |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure > GV557 Sports > GV1060.5 Track and field athletics G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure > GV201 Physical education and training > GV401 Physical education facilities. Sports facilities G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure > GV557 Sports > GV743 Athletic and sporting goods, supplies, etc. |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan > Pendidikan Kepelatihan Olahraga |
| Depositing User: | Siti Nur Fatimah |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 08:43 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 08:43 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67598 |
