Ginting, Joy Ananda Breri (2025) Nyanyian Rakyat Nuri-nuri Pada Upacara Adat Kematian Di Desa Rambung Baru Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli serdang. Undergraduate thesis, UNIMED.
2203342003_Cover.pdf
Download (34kB)
2203342003_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (219kB)
2203342003_Abstrak.pdf
Download (28kB)
2203342003_Kata_Pengantar.pdf
Download (113kB)
2203342003_Daftar_Isi.pdf
Download (110kB)
2203342003_Daftar_Gambar.pdf
Download (24kB)
2203342003_Daftar_Tabel.pdf
Download (69kB)
2203342003_Daftar_Lampiran.pdf
Download (23kB)
2203342003_BAB_I.pdf
Download (281kB)
2203342003_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (321kB)
2203342003_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (163kB)
2203342003_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (819kB)
2203342003_BAB_V.pdf
Download (154kB)
2203342003_Daftar_Pustaka.pdf
Download (127kB)
2203342003_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (854kB)
Abstract
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk penyajian nyanyian nurinuri
pada upacara adat kematian di Desa Rambung Baru Kecamatan Sibolangit
Kabupaten Deli Serdang, mengetahui fungsi nyanyian nuri-nuri pada upacara adat
kematian di Desa Rambung Baru Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang,
dan mengetahui makna nyanyian nuri-nuri pada upacara adat kematian di Desa
Rambung Baru Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Teori yang
digunakan dalam penelitian ini adalah teori nuri-nuri, teori musik, teori bentuk
penyajian, teori fungsi, teori makna, dan teori upacara adat. Penelitian ini
dilaksanakan pada bulan Juni 2024 hingga bulan September 2024 di Desa Rambung
Baru Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Metode daam penelitian ini
adalah deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 1 orang tokoh adat,
1 orang perkolong-kolong, dan 1 orang pemain musik. Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian
ini menunjukkan bentuk penyajian nyanyian rakyat nuri-nuri pada upacara
kematian masyarakat Karo dilakukan pada acara rakut sitelu yang terdiri dari
penyajian melodi, ritme dan harmoni. Dimana melodi pada nurinuri memiiki ciri
khas yang sederhana dan melankolis. Sedangkan ritme pada nurinuri memiliki pola
ritmis yang berulang-ulang, Serta harmoni pada nurinuri saling bersinergi untuk
menghasikan musik yang harmonis. Bentuk Penyajian nurinuri juga tidak terlepas
dari acara sukkut, acara kalimbubu, dan juga acara anak beru lewat perantaraan
perkolong-kolong sebagai perpanjangan mulut (gancih babah) dari pihak sukut,
kalimbubu, dan anak beru untuk melengkapi penyampaian yang kurang lengkap
melalui nyanyian nuri-nuri. Fungsi nyanyian rakyat nuri-nuri pada upacara
kematian masyarakat Karo meliputi fungsi pengungkapan emosional, fungsi
komunikasi, fungsi perlambangan, dan fungsi kesina mbungan budaya. Yang
dimana fungsi pengungkapan emosional adalah sebagai bentuk ungkapan perasaan
sedih kepada keluarga yang berduka, fungsi komunikasi sebagai sarana
pengungkapan rasa duka cita, fungsi perlambangan sebagai simbol ang
mengandung pesan atau makna tertentu, dan fungsi kesinambungan budaya sebagai
bentuk pelestarian atau menjaga agar budaya tak terpisahkan dari identitas
masyarakat Karo. Makna nyanyian rakyat nuri-nuri pada upacara kematian
masyarakat Karo mengandung dua dimensi makna penting, yaitu makna denotasi
dan makna konotasi. Makna denotasi mengacu pada makna sebenarnya, sedangkan
makna konotasi berupa makna yang tersirat atau makna tidak kiasan. Kedua makna
ini saling melengkapi dalam memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang
fungsi dan arti nyanyian tersebut dalam tradisi adat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Nuri-nuri; Bentuk; Fungsi; Makna |
| Subjects: | M Music and Books on Music > M Music |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Musik |
| Depositing User: | Ricky Syahrizal |
| Date Deposited: | 06 Mar 2026 06:43 |
| Last Modified: | 06 Mar 2026 06:44 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66177 |
