Tarihoran, Pininta Anjeli (2026) Perbedaan Hasil Fiksator Tawas, Kapur Tohor, dan Tunjung Menggunakan Pewarna Alam Buah Pinang Pada Kain Katun Primisima. Undergraduate thesis, UNIMED.
5213143003_Cover.pdf
Download (257kB)
5213143003_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (507kB)
5213143003_Abstrak.pdf
Download (348kB)
5213143003_Kata_Pengantar.pdf
Download (357kB)
5213143003_Daftar_Isi.pdf
Download (351kB)
5213143003_Daftar_Tabel.pdf
Download (246kB)
5213143003_Daftar_Gambar.pdf
Download (304kB)
5213143003_Daftar_Lampiran.pdf
Download (244kB)
5213143003_BAB_I.pdf
Download (518kB)
5213143003_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5213143003_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5213143003_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5213143003_BAB_V.pdf
Download (383kB)
5213143003_Daftar_Pustaka.pdf
Download (419kB)
5213143003_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9MB)
Abstract
Industri tekstil merupakan salah satu industri yang terbesar dan berperan dalam memenuhi kebutuhan sandang manusia. Namun, penggunaan pewarna sintetis pada industri tekstil secara berlebihan dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pewarna alam yang lebih ramah lingkungan. Buah pinang (Areca Catechu L.) mengandung senyawa tanin yang berpotensi digunakan sebagai pewarna pada kain. Dalam proses pewarnaan menggunakan pewarna alami, diperlukan zat fiksator untuk mengikat zat warna pada serat kain sehingga warna dapat terserap dengan baik. Jenis fiksator yang digunakan dapat memengaruhi hasil warna pada kain. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian posttest only control. Populasi dalam penelitian ini adalah 9 helai kain yang diwarnai menggunakan ekstrak buah pinang dengan fiksator tawas, kapur tohor, dan tunjung dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kualitas warna yang dihasilkan pewarna buah pinang menggunakan fiksator tawas; (2) mengetahui kualitas warna yang dihasilkan pewarna buah pinang menggunakan fiksator kapur tohor; (3) mengetahui kualitas warna yang dihasilkan pewarna buah pinang menggunakan fiksator tunjung; dan (4) mengetahui perbedaan kualitas warna yang dihasilkan pewarna buah pinang menggunakan fiksator tawas, kapur tohor, dan tunjung. Berdasakan analisis warna menggunakan teori Munsell warna yang dihasilkan fiksator tawas termasuk kelompok warna very soft orange, kapur tohor termasuk kelompok warna moderate orange, dan tunjung termasuk kelompok warna very dark yellow. Hasil analisis penilaian pengamat menunjukkan bahwa rata-rata kualitas warna keseluruhan fiksator tawas sebesar 3,41 dengan persentase 85% termasuk kategori sangat baik, rata-rata fiksator kapur tohor sebesar 2,75 dengan persentase 69% termasuk kategori baik, dan rata-rata fiksator tunjung sebesar 1,75 dengan persentase 44% termasuk kategori cukup. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan jenis fiksator yang berbeda menghasilkan kualitas warna yang berbeda. Fiksator tawas memperoleh nilai tertinggi pada indikator instensitas warna dan kerataan warna, hal tersebut menunjukkan fiksator tawas menghasilkan kualitas pewarnaan yang paling baik pada pewarna buah pinang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Buah Pinang; Pewarna Alam; Fiksator; Pewarnaan Kain |
| Subjects: | T Technology > TT Handicrafts Arts and crafts > TT490 Clothing manufacture. Dressmaking. Tailoring |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Tata Busana |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 07:54 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 07:54 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/69345 |
