Nurhasanah, Annisa (2026) Teknik Shibori Miura Pada Kain Katun Menggunakan Zat Pewarna Dari Sabut Kelapa. Undergraduate thesis, UNIMED.
5193143002_Cover.pdf
Download (225kB)
5193143002_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (554kB)
5193143002_Abstrak.pdf
Download (265kB)
5193143002_Kata_Pengantar.pdf
Download (464kB)
5193143002_Daftar_Isi.pdf
Download (271kB)
5193143002_Daftar_Tabel.pdf
Download (213kB)
5193143002_Daftar_Gambar.pdf
Download (212kB)
5193143002_Daftar_Lampiran.pdf
Download (213kB)
5193143002_BAB_I.pdf
Download (450kB)
5193143002_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (930kB)
5193143002_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5193143002_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (894kB)
5193143002_BAB_V.pdf
Download (237kB)
5193143002_Daftar_Pustaka.pdf
Download (358kB)
5193143002_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Perkembangan industri tekstil mendorong munculnya berbagai inovasi dalam pengolahan kain, baik dari aspek teknik pewarnaan maupun pembentukan motif. Salah satu teknik yang banyak dikembangkan adalah miura shibori, yaitu teknik ikat-celup yang menghasilkan motif tidak beraturan, unik, dan bernilai estetis. Di sisi lain, penggunaan pewarna sintetis masih banyak diterapkan karena dianggap praktis dan mudah diperoleh, meskipun berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan akibat kandungan bahan kimia yang sulit terurai. Oleh sebab itu, pewarna alami menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan aman digunakan, salah satunya berasal dari sabut kelapa (Cocos nucifera L.). Sabut kelapa mengandung tanin dan lignin yang berpotensi menghasilkan warna coklat hingga coklat kemerahan pada kain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil jadi pewarnaan bahan alami sabut kelapa pada kain katun dengan teknik miura shibori dalam waktu perendaman selama 30 menit, 60 menit dan 120 menit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan objek kain katun miura shibori yang dicelupkan ke dalam ekstrak sabut kelapa menggunakan mordan kapur tohor pada variasi waktu perendaman 30 menit, 60 menit, dan 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman 30 menit menghasilkan warna samar, kurang meresap, dan motif belum tampak jelas. Perendaman 60 menit menghasilkan warna yang tidak merata disertai banyak bercak sehingga bentuk motif kurang optimal. Sementara itu, perendaman 120 menit menghasilkan warna coklat kemerahan yang lebih terang dengan motif lingkaran bergelombang yang lebih jelas. Dengan demikian, perendaman 120 menit merupakan waktu yang paling efektif sebagai acuan awal pemanfaatan sabut kelapa sebagai pewarna alami pada kain katun.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Sabut Kelapa; Pewarna Alami; Miura Shibori |
| Subjects: | T Technology > TT Handicrafts Arts and crafts T Technology > TT Handicrafts Arts and crafts > TT490 Clothing manufacture. Dressmaking. Tailoring |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Tata Busana |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 03:34 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 03:34 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/69321 |
