Sinaga, Ruth Febriany (2026) Hubungan Emotional Eating dan Sedentary Lifestyle dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Dewasa di Gereja Katolik St Rafael Medan. Undergraduate thesis, UNIMED.
5213240030_Cover.pdf
Download (47kB)
5213240030_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (313kB)
5213240030_Abstrak.pdf
Download (119kB)
5213240030_Kata_Pengantar.pdf
Download (398kB)
5213240030_Daftar_Isi.pdf
Download (192kB)
5213240030_Daftar_Tabel.pdf
Download (101kB)
5213240030_Daftar_Gambar.pdf
Download (96kB)
5213240030_Daftar_Lampiran.pdf
Download (101kB)
5213240030_BAB_I.pdf
Download (289kB)
5213240030_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (906kB)
5213240030_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (582kB)
5213240030_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (903kB)
5213240030_BAB_V.pdf
Download (179kB)
5213240030_Daftar_Pustaka.pdf
Download (296kB)
5213240030_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi masalah gizi lebih pada penduduk berusia >18 tahun di Indonesia mencapai 37,8%, ini adalah masalah kesehatan masyarakat global yang terus meningkat pada berbagai kelompok usia, termasuk usia dewasa. Gizi lebih dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Kebiasaan seperti makan karena stres sering kali menjadi penyebab berat badan naik tanpa disadari. Saat seseorang merasa cemas atau sedih, mereka cenderung makan makanan padat energi yang tinggi lemak dan gula lebih banyak meskipun tidak lapar , yang disebut emotional eating. Aktivitas terlalu sering duduk dan kurang berolahraga atau bergerak aktif, dikenal sebagai gaya hidup sedentary, juga membuat tubuh menyimpan lebih banyak lemak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan emotional eating dengan kejadian gizi lebih pada dewasa, hubungan sedentary lifestyle dengan kejadian gizi lebih pada dewasa serta hubungan emotional eating dan sedentary lifestyle dengan kejadian gizi lebih pada dewasa di gereja Katolik St Rafael Medan. Tempat penelitian dilakukan di gereja Katolik St Rafael Medan. Waktu penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober 2025 – November 2025. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 57 responden. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Teknik pengumpulan data emotional eating menggunakan instrumen Dutch Eating Behaviour Questionairre (DEBQ), sedentary lifestyle menggunakan instrumen Sedentary Behaviour Questionairre (SBQ), dan kejadian gizi lebih menggunakan pengukuran antropometri dan penentuan gizi lebih dengan melihat Indeks Massa Tubuh. Teknik analisis data menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 34 responden (59,6%) mengalami emotional eating tinggi, sebanyak 40 reponden (70,2%) mengalami sedentary lifestyle tinggi, dan sebanyak 33 responden (57,9%) mengalami gizi lebih. Berdasarkan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara emotional eating dengan kejadian gizi lebih pada dewasa dengan diperoleh nilai p = 0,008 (p < 0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sedentary lifestyle dengan kejadian gizi lebih pada dewasa dengan diperoleh nilai p < 0,001 (p < 0,05). Hasil analisis uji regresi logistik biner diperoleh bahwa variabel sedentary lifestyle memiliki risiko 49,7 kali lebih besar mengalami gizi lebih dibandingkan dengan emotional eating yang memiliki resiko 11,6 kali mengalami gizi lebih. Sedentary lifestyle merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian gizi lebih pada dewasa di gereja Katolik St Rafael Medan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Emotional Eating; Sedentary Lifestyle; Gizi Lebih |
| Subjects: | R Medicine > RJ Pediatrics > RJ206 Nutrition and feeding of children and adolescents T Technology > TX Home economics > TX341 Nutrition. Foods and food supply |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Gizi |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 07:54 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 07:54 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/69302 |
