Girsang, Natasya Anggraini (2026) Tortor Balang Sahua Simalungun Kajian Tekstual dan Kontekstual. Undergraduate thesis, UNIMED.
2213141034_Cover.pdf
Download (33kB)
2213141034_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (468kB)
2213141034_Abstrak.pdf
Download (212kB)
2213141034_Kata_Pengantar.pdf
Download (348kB)
2213141034_Daftar_Isi.pdf
Download (360kB)
2213141034_Daftar_Gambar.pdf
Download (59kB)
2213141034_Daftar_Tabel.pdf
Download (208kB)
2213141034_Daftar_Lampiran.pdf
Download (209kB)
2213141034_BAB_I.pdf
Download (654kB)
2213141034_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (593kB)
2213141034_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (417kB)
2213141034_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
2213141034_BAB_V.pdf
Download (249kB)
2213141034_Daftar_Pustaka.pdf
Download (230kB)
2213141034_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (544kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian tekstual dan kontekstual
Tortor Balang Sahua Simalungun. Teori yang di gunakan yaitu teori tekstual dan
kontekstual. Y. Sumandiyo Hadi (2007:23) mengartikan analisis tekstual mencakup
pemahaman unsur-unsur fisik tari dilihat dari gerak, tata busana, musik iringan,
serta pola lantai. Secara kontekstual Y. Sumandiyo Hadi (2007:57) menjelaskan
pemahaman tari sebagai ekspresi estetis yang tidak terpisahkan dari konteks
kehidupan masyarakat, di mana di dalamnya mencakup nilai-nilai sosial dan
budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik
pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian
berlokasi di Sanggar Seni Sayur Matua, Desa Pardomuan Tongah, Simalungun.
Hasil penelitian menunjukkan secara tekstual Tortor Balang Sahua memiliki tujuh
ragam gerak yang menirukan belalang, seperti sombah, habang, patuduhkon arah,
mandoppak hutoruh, manjaga diri, manganhon sipanganon, dan tinggalak, dengan
iringan musik gual pokkah-pokkah. Busana yang digunakan sangatlah sederhana
yakni baju dan celana hitam, suri-suri dan gotong parhorja. Pola lantai yang
digunakan juga sangat sederhana yakni hanya terdapat dua pola. Secara
kontekstual, Tortor Balang Sahua mengungkapkan ekpresi estetis yang berkaitan
dengan nilai sosial budaya seperti gerak sombah mencerminkan penghormatan dan
rasa syukur, habang mencerminkan kebebasan, mandompak hutoruh
melambangkan kerendahan hati, manjaga diri melambangkan kewaspadaan,
maganhon sipanganon melambangkan rasa syukur dan tinggalak melambangkan
penyerahan diri. Baju dan celana hitam mencermikan kesederhanaan dan kekuatan.
Suri-suri Sibirong yang diikat dipinggang mencerminkan kegigihan, keteguhan dan
tanggung jawab. Gual Pokkah-pokkah mencerminkan rasa semangat. Pola lantai
melingkar mencerminkan siklus hidup, dan pola lantai berada di tengah
mencerminkan kemandirian individu.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Tortor Balang Sahua; Simalungun; kajian tekstual; kajian kontekstual |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure M Music and Books on Music > MT Instruction and study |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Tari |
| Depositing User: | Ricky Syahrizal |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 03:18 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 03:18 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/68897 |
