Br Ginting, Claudia Vanessa (2026) Fungsi Tari Mari-mari Pada Masyarakat Desa Batu Karang. Undergraduate thesis, UNIMED.
2193141017_Cover.pdf
Download (30kB)
2193141017_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (295kB)
2193141017_Abstrak.pdf
Download (135kB)
2193141017_Kata_Pengantar.pdf
Download (235kB)
2193141017_Daftar_Isi.pdf
Download (132kB)
2193141017_Daftar_Gambar.pdf
Download (75kB)
2193141017_Daftar_Tabel.pdf
Download (75kB)
2193141017_Daftar_Lampiran.pdf
Download (136kB)
2193141017_BAB_I.pdf
Download (260kB)
2193141017_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (426kB)
2193141017_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (257kB)
2193141017_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
2193141017_BAB_V.pdf
Download (118kB)
2193141017_Daftar_Pustaka.pdf
Download (158kB)
2193141017_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (127kB)
Abstract
Tari Mari-mari adalah tari kreasi yang mentradisi yang masih dilestarikan di desa
Batukarang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan fungsi tari Mari-mari pada masyarakat Karo. Teori yang
digunakan sebagai pedoman dalam penelitian ini adalah teori fungsi dari Jazuli
(1994: 43-46) yaitu sebagai sarana upacara, hiburan, pertunjukan, dan media pendidikan.
Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Populasi dalam
penelitian ini adalah seniman dan penari. Sampel pada penelitian ini adalah 2
orang penari dan 2 seniman Karo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara
observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan
dengan cara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian terkait fungsi tari Mari-mari adalah
sebagai berikut. Fungsi tari sebagai upacara tidak lagi ditemukan dan digunakan
oleh masyarakat Karo. Hal ini disebabkan karena telah masuknya agama seperti
agama Islam, agama Kristen Protestan, dan agama Kristen Khatolik. Fungsi tari
sebagai hiburan dijumpai pada saat acara Kerja Tahun yang dilaksanakan di daerah
Karo. Fungsi sebagai pertunjukan dijumpai saat tari ini dikemas sebagai tari pertunjukan
yang telah menggunakan beberapa pengembangan gerak baru yakni sebagai
pengalaman dan apresiasi tersendiri bagi penari dan masyarakat Karo. Fungsi
sebagai media pendidikan dijumpai pada ragam geraknya di mana sebagai tari
kreasi, tari ini tetap menggunakan teknik gerak baku sepeti gerak endek, odak, dan
jemolah-jemole yang berarti mendidik generasi muda agar tetap mempertahankan
nafas gerak tradisi saat mengembangkan atau menyusun tari baru.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Fungsi; Tari Mari-mari; Desa Batukarang |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure M Music and Books on Music > MT Instruction and study |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Tari |
| Depositing User: | Ricky Syahrizal |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 01:54 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 01:54 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/68717 |
