Rajagukguk, Bryan Gracio (2026) Volume Oksigen Maksimum (VO2Max) Pada Anak Binaan Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Medan. Undergraduate thesis, UNIMED.
6222210007_Cover.pdf
Download (44kB)
6222210007_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (406kB)
6222210007_Abstrak.pdf
Download (447kB)
6222210007_Kata_Pengantar.pdf
Download (168kB)
6222210007_Daftar_Isi.pdf
Download (341kB)
6222210007_Daftar_Gambar.pdf
Download (33kB)
6222210007_Daftar_Tabel.pdf
Download (34kB)
6222210007_Daftar_Lampiran.pdf
Download (34kB)
6222210007_BAB_I.pdf
Download (445kB)
6222210007_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (787kB)
6222210007_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
6222210007_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (902kB)
6222210007_BAB_V.pdf
Download (61kB)
6222210007_Daftar_Pustaka.pdf
Download (572kB)
6222210007_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi Volume Oksigen Maksimum (VO2Max) pada anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 80 orang anak binaan berjenis kelamin laki-laki berusia 14–18 tahun yang telah menjalani masa pembinaan minimal 6 bulan. Pengukuran VO₂Max dilakukan menggunakan instrumen bleep test (Multistage Fitness Test) dengan lintasan lari bolak-balik sejauh 20 meter sesuai prosedur standar. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa nilai rata-rata dan distribusi persentase berdasarkan norma kategori VO₂Max. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai VO₂Max anak binaan sebesar 28,48 ml/kg/menit dengan rentang nilai 18,92 hingga 43,19 ml/kg/menit. Sebanyak 66 orang (82,5%) berada pada kategori kurang sekali, 11 orang (13,75%) pada kategori kurang, dan hanya 3 orang (3,75%) yang mencapai kategori cukup. Tidak ada anak binaan yang mencapai kategori baik, baik sekali, maupun sangat baik sekali. Rendahnya VO₂Max disebabkan oleh minimnya aktivitas fisik yang terstruktur dan berkelanjutan, rendahnya durasi serta konsistensi latihan, serta faktor gaya hidup seperti kebiasaan merokok, pola makan yang tidak seimbang, dan kualitas tidur yang kurang optimal. Simpulan penelitian ini adalah kondisi VO₂Max anak binaan usia 14–18 tahun di LPKA Kelas I Medan secara keseluruhan berada pada kategori kurang sekali.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | VO2Max, aktivitas fisik, anak binaan, LPKA Kelas 1 Medan |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure > GV557 Sports G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure > GV557 Sports > GV711 Coaching |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan > Ilmu Keolahragaan |
| Depositing User: | Siti Nur Fatimah |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 02:59 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 02:59 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/68170 |
