Oktarini, Limayasa Ayu (2026) Analisis Warna Mengkudu ( Morinda Citrifolia) Dengan Fiksasi Yang Berbeda Sebagai Pewarna Alami Pada Kain Di Jshibori Binjai. Undergraduate thesis, UNIMED.
5193143009_Cover.pdf
Download (281kB)
5193143009_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (420kB)
5193143009_Abstrak.pdf
Download (312kB)
5193143009_Kata_Pengantar.pdf
Download (324kB)
5193143009_Daftar_Isi.pdf
Download (217kB)
5193143009_Daftar_Tabel.pdf
Download (184kB)
5193143009_Daftar_Gambar.pdf
Download (182kB)
5193143009_Daftar_Lampiran.pdf
Download (181kB)
5193143009_BAB_I.pdf
Download (477kB)
5193143009_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5193143009_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (682kB)
5193143009_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (771kB)
5193143009_BAB_V.pdf
Download (315kB)
5193143009_Daftar_Pustaka.pdf
Download (362kB)
5193143009_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (600kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil warna ekstrak akar mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai pewarna alami pada kain Mori Primissima dengan variasi massa fiksasi tunjung (FeSO₄) sebanyak 35 gram, 70 gram, dan 105 gram. Penelitian dilaksanakan di UMKM JShibori Binjai dengan tujuan mengetahui pengaruh variasi massa fiksasi terhadap kualitas warna yang dihasilkan, khususnya pada aspek ketajaman, kebersihan, intensitas, dan kerataan warna. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode perebusan dan perendaman, diikuti proses pencelupan selama 12 jam, serta fiksasi menggunakan larutan tunjung. Sebanyak 15 sampel kain dinilai oleh tiga orang pengamat. Analisis data menggunakan uji ANOVA satu jalur untuk menentukan perbedaan kualitas warna antar variasi massa fiksasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar mengkudu mampu menghasilkan warna alami yang stabil dengan rentang warna peach hingga coklat kemerahan, bergantung pada massa fiksasi yang digunakan. Berdasarkan hasil ANOVA, massa tunjung terbukti berpengaruh signifikan terhadap kualitas warna. Fiksasi 70 gram merupakan variasi paling optimal karena menghasilkan ketajaman, kebersihan, intensitas, dan kerataan warna yang lebih baik dibandingkan variasi lainnya. Fiksasi 105 gram menghasilkan warna yang lebih gelap dan intens, namun cenderung kurang rata, sedangkan fiksasi 35 gram menghasilkan warna yang lebih cerah tetapi memiliki intensitas yang lebih rendah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penilaian visual antar pengamat masih memiliki perbedaan persepsi, terutama pada warna dengan intensitas tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak akar mengkudu layak digunakan sebagai pewarna alami yang ramah lingkungan, dengan massa fiksasi tunjung 70 gram sebagai variasi yang paling efektif dalam menghasilkan kualitas warna terbaik. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan instrumen pengukuran warna seperti spektrofotometer, memperluas variasi jenis mordant, serta menerapkan teknik pemanenan yang berkelanjutan untuk menjaga kelestarian tanaman mengkudu.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Akar mengkudu; tunjung (FeSO₄); kualitas warna |
| Subjects: | T Technology > TT Handicrafts Arts and crafts > TT490 Clothing manufacture. Dressmaking. Tailoring |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Tata Busana |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 05:48 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 05:48 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67090 |
