Sihotang, Fransiska Krisdianti (2025) Hubungan Asupan Serat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan Di RSUD Dr.Pirngadi Medan. Undergraduate thesis, UNIMED.
5203240024_Cover.pdf
Download (181kB)
5203240024_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (588kB)
5203240024_Abstrak.pdf
Download (300kB)
5203240024_Kata_Pengantar.pdf
Download (328kB)
5203240024_Daftar_Isi.pdf
Download (269kB)
5203240024_Daftar_Tabel.pdf
Download (205kB)
5203240024_Daftar_Gambar.pdf
Download (216kB)
5203240024_Daftar_Lampiran.pdf
Download (242kB)
5203240024_BAB_I.pdf
Download (475kB)
5203240024_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5203240024_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5203240024_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (715kB)
5203240024_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5203240024_BAB_V.pdf
Download (316kB)
5203240024_Daftar_Pustaka.pdf
Download (467kB)
5203240024_Lampiran.pdf
Download (5MB)
Abstract
Penyakit degeneratif menjadi ancaman yang menakutkan bagi lansia, salah satunya Diabetes Melitus (DM). Diabetes Melitus dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, aktifitas fisik dan konsumsi serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan serat dan status gizi dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di RSUD Dr.Pirngadi Medan.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk survey-analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan rumus Lemeshow sebanyak 41 orang ditambah dengan sampel drop out (DO) 10% menjadi 45 orang. Cara pengambilan sampel dengan cara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner yang dianalisa secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi, secara bivariat dengan menggunakan uji korelasi pearson dan analisa multivariat dengan regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan asupan serat kurang sebanyak 35 orang (77,8%), mendapatkan status gizi obesitas sebanyak 24 orang (53,3%) dan memiliki kadar glukosa darah tinggi yaitu ≥ 200 mg/dL sebanyak 36 orang (80%). Hasil analisa bivariat asupan serat dengan kadar glukosa darah sewaktu menunjukan hubungan yang signifikan didapatkan nilai p-value sebesar 0,001 dengan koefisien korelasi sebesar -0,46. Artinya semakin rendah asupan serat yang dikonsumsi, maka semakin tinggi kadar glukosa darah sewaktu. Hasil analisis bivariat pada status gizi dengan kadar glukosa darah sewaktu menunjukan hubungan yang signifikan didapatkan nilai p-value 0,000 dengan koefisien korelasi sebesar 0,539. Artinya semakin meningkat nilai IMT, maka semakin tinggi kadar glukosa darah sewaktu. Sedangkan Analisa multivariat diperoleh persamaan Y = 54,506 + (–5,588 X1) + (10,670 X2), nilai F 13,108 dan Adjusted R Square 0,355. Kesimpulannya adalah ada hubungan signifikan antara asupan serat dan status gizi dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di RSUD Dr.Pirngadi Medan. Untuk itu diharapkan kepada pasien diabetes tipe 2 untuk dapat menerapkan gizi seimbang dengan panduan piring makan yaitu ½ dari piring makan terdiri dari sayuran dan buah-buahan, ¼ dari piring makan sumber protein, ½ dari piring makan sumber karbohidrat. Aktif melakukan kontrol kadar glukosa darah setiap bulannya serta rajin melakukan aktivitas fisik setiap hari untuk menjaga status gizi normal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Diabetes melitus tipe 2, asupan serat, status gizi |
| Subjects: | T Technology > TX Home economics > TX341 Nutrition. Foods and food supply |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Gizi |
| Depositing User: | Mrs Susiani Susiani |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 08:58 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 08:58 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66957 |
