Natasiya, Bella PRAKTIK BAIK MEMBANGUN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI SISWA TUNANETRA DI SMA NEGERI 2 LUBUK PAKAM. Undergraduate thesis, UNIMED.
3211111005_Cover.pdf
Download (154kB)
3211111005_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (801kB)
3211111005_Abstrak.pdf
Download (288kB)
3211111005_Kata_Pengantar.pdf
Download (291kB)
3211111005_Daftar_Isi.pdf
Download (249kB)
3211111005_Daftar_Tabel.pdf
Download (172kB)
3211111005_Daftar_Lampiran.pdf
Download (175kB)
3211111005_BAB_I.pdf
Download (693kB)
3211111005_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (899kB)
3211111005_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (575kB)
3211111005_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
3211111005_BAB_V.pdf
Download (284kB)
3211111005_Daftar_Pustaka.pdf
Download (342kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi praktik baik dalam membangun karakter
kemandirian siswa tunanetra di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam, sekolah inklusif yang
memiliki siswa penyandang tunanetra. Objek penelitian ini adalah karakter kemandirian
siswa tunanetra, dengan subjek kepala sekolah, guru, siswa tunanetra, dan teman sejawat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan berlandaskan teori
behaviorisme dan juga teori Humanisasi, yang menekankan pembentukan perilaku
melalui interaksi sosial dan penguatan (reinforcement). Fokus penelitian meliputi
pengembangan kemandirian dalam konteks inklusif, peran guru, serta dukungan
lingkungan sekolah. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman:
reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kemandirian siswa tunanetra terbentuk melalui dukungan sistematis. Siswa mampu
menyelesaikan tugas secara mandiri, menggunakan teknologi bantu seperti pembaca
layar, dan aktif dalam kegiatan kelompok. Guru berperan penting melalui metode
pembelajaran adaptif seperti penjelasan verbal, rekaman audio, dan bimbingan personal,
serta penguatan positif berupa pujian. Teman sebaya turut mendorong kemandirian
melalui interaksi sosial yang suportif dan bantuan yang tidak menciptakan
ketergantungan. Lingkungan sekolah yang aman dan inklusif mendukung siswa tunanetra
dalam berekspresi dan berpartisipasi. Secara kelembagaan, sekolah menyediakan fasilitas
ramah disabilitas, seperti jalur akses, komputer dengan perangkat lunak khusus, dan alat
tulis braille. Sekolah juga rutin mengadakan pelatihan dan bekerja sama dengan lembaga
luar untuk meningkatkan kapasitas layanan inklusif.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Pendidikan inklusif, kemandirian, siswa tunanetra, peran guru, lingkungan sekolah. |
| Subjects: | L Education > LC Special aspects of education > LC251 Moral education. Character building |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pkn |
| Depositing User: | Mr Setiady Setiady |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 07:47 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 07:47 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66943 |
