Sipayung, Kurniawan Rizky Pratama (2019) Pengaruh Letak Shearwall Pada Bangunan Bertingkat Tinggi Dengan Pemikul Gaya Seismik Dual System Menggunakan Pushover Analysis. Diploma thesis, UNIMED.
1. NIM 5163210026 Cover.pdf
Download (375kB)
2. NIM 5163210026 Approval Sheet.pdf
Download (1MB)
3. NIM 5163210026 Abstract.pdf
Download (472kB)
4. NIM 5163210026 Preface.pdf
Download (494kB)
5. NIM 5163210026 Table of Content.pdf
Download (707kB)
6. NIM 5163210026 Tables.pdf
Download (526kB)
7. NIM 5163210026 Illustrations.pdf
Download (460kB)
8. NIM 5163210026 Appendixes.pdf
Download (290kB)
9. NIM 5163210026 Notations.pdf
Download (908kB)
10. NIM 5163210026 Chapter I.pdf
Download (957kB)
11. NIM 5163210026 Chapter II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
12. NIM 5163210026 Chapter III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
13. NIM 5163210026 Chapter IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
14. NIM 5163210026 Chapter V.pdf
Download (545kB)
15. NIM 5163210026 Bibliography.pdf
Download (602kB)
16. NIM 5163210026 Enclosures.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (12MB)
Abstract
Shearwall (dinding geser) adalah salah satu sistem pemikul gaya lateral yang biasa dipakai pada struktur bangunan bertingkat tinggi (high-rise) dalam menahan gaya gempa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan posisi penempatan shearwall pada bangunan bertingkat tinggi yang paling optimal yang dinilai baik dari segi simpangan maupun kinerjanya. Model bangunan yang dianalisis terdiri dari 1 model utama yang tidak memakai shearwall (SRPMK) dan 4 model memakai shearwall (dual system) dengan penempatan yang berbeda. Metode analisis yang digunakan pada tiap model adalah analisis respons spektrum untuk menentukan besaran simpangan akibat beban gempa yang mengacu kepada RSNI3 1726: 201X dan analisis pushover untuk mengetahui kinerja dari tiap model yang dianalisis yang mengacu pada FEMA 356/440 (metode koefisien perpindahan). Hasil analisis respons spektrum menunjukkan Model 1 memiliki nilai simpangan terkecil diantara model dengan penambahan shearwall, yaitu 49,336 mm (7, 831% dari simpangan izin) dan yang terbesar yaitu Model 4 dengan nilai 51,303 mm (8,143% dari simpangan izin). Berdasarkan hasil analisis pushover, model 1, 2 dan 3 memiliki perilaku yang paling kaku dan menunjukkan pola kurva pushover yang relatif sama, kemudian jika mengacu pada FEMA 356 kinerja model berada pada level Life Safety (LS). Kesimpulan yang didapatkan dari hasil penelitian yaitu posisi shearwall yang paling optimal ditempatkan pada bagian tengah atau sumbu simetri bangunan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Keywords: | Shearwall; Dual System; Bangunan Bertingkat Tinggi; Simpangan; Kinerja; Analisis Pushover |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > D3 Teknik Sipil |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 03:07 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 03:07 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66828 |
