Br. Sianturi, Audrey Stefi Trifossa (2025) Dedeng Padang Rebah Pada Acara Festival Kemah Budaya Sumatra Utara Di Bukit Lawang. Undergraduate thesis, UNIMED.
2213142024_Cover.pdf
Download (145kB)
2213142024_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (434kB)
2213142024_Abstrak.pdf
Download (138kB)
2213142024_Kata_Pengantar.pdf
Download (180kB)
2213142024_Daftar_Isi.pdf
Download (224kB)
2213142024_Daftar_Gambar.pdf
Download (220kB)
2213142024_Daftar_Tabel.pdf
Download (159kB)
2213142024_BAB_I.pdf
Download (434kB)
2213142024_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (613kB)
2213142024_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (466kB)
2213142024_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
2213142024_BAB_V.pdf
Download (212kB)
2213142024_Daftar_Pustaka.pdf
Download (242kB)
2213142024_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (674kB)
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk
Mengetahui Bentuk Dedeng Padang Rebah Pada Acara Festival Kemah Budaya Di
Bukit Lawang, 2) Untuk Mengetahui Fungsi Dedeng Padang Rebah Pada Acara
Festival Kemah Budaya Di Bukit Lawang. Teori yang digunakan dalam penelitian
ini adalah teori bentuk, teori fungsi. Metode penelitian yang digunakan adalah
penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Deskriptif Kualitatif. Teknik
pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Bentuk Lagu
Dedeng Padang rebah terdiri dari melodi, ritme, harmoni, bentuk, dan lirik sebagai
berikut, Melodi dalam lagu menggunakan tersusun dari tangga nada minor
pentatonic C=Do dengan tangga nada C-Eb-F-G-B, selanjutnya ritme yang
digunakan adalah pola sederhana ketukan gendang Pak-pong yang tersusun dari
not 1/4 dan not 1/16 , Harmoni yang digunakan merupakan bentuk harmoni ritme
dengan variasi ketukan antara vokal dengan iringan instrument, lalu Bentuk lagu
mengacu pada struktur atau susunan bagian-bagian lagu. Bentuk lagu Dedeng
Padang Rebah menggunakan pola A-A’-B-B’-A-A’-C. pola tersebut merupakan
gambaran dari sifat lagu yang biasanya dinyanyikan dengan gaya sahut-sahutan,
lirik yang digunakan adalah bentuk mantra yang berisi doa-doa permohonan
dengan Bahasa Melayu Kuno. 2) Fungsi Dedeng Padang Rebah dinyanyikan
sebagai penguat norma sosial yang memperkuat ikatan dalam hal ini terlihat
melalui praktik berkumpulnya masyarakat dalam pelaksanaan ritual dedeng padang
rebah, yang mendorong terciptanya nilai kebersamaan, gotong royong, dan
solidaritas sosial, dalam kegiatan tersebut, masyarakat secara tidak langsung
merefleksikan dan memperkuat nilai-nilai norma sosial yang telah hidup dan
berkembang dalam lingkungan mereka. Fungsi sebagai sarana ritual biasa
dinyanyikan saat melakukan panen madu tualang. Proses tersebut menciptakan
bentuk komunikasi antara pawang madu dengan penunggu pohon tualang yang
dipercaya oleh mayarakat melayu. selain itu Dedeng Padang Rebah juga
ditampilkan sebagai seni pertunjukan dalam berbagai acara kesenian yang
berfungsi sebagai Hiburan dan memiliki tujuan untuk pelestarian budaya serta
mempertahankan nilai ke sakralannya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Dedeng Padang Rebah; Bentuk Lagu; Fungsi |
| Subjects: | M Music and Books on Music > M Music |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Musik |
| Depositing User: | Ricky Syahrizal |
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 02:10 |
| Last Modified: | 03 Jun 2026 02:10 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66690 |
