Harahap, Ishlah Aulia ANALISIS KEGIATAN MPLS (MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH) DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI PENDIDIKAN DI SMA NEGERI 3 MEDAN. Undergraduate thesis, UNIMED.
3213322017_Cover.pdf
Download (254kB)
3213322017_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (604kB)
3213322017_Abstrak.pdf
Download (240kB)
3213322017_Kata_Pengantar.pdf
Download (457kB)
3213322017_Daftar_Isi.pdf
Download (267kB)
3213322017_Daftar_Gambar.pdf
Download (238kB)
3213322017_Daftar_Tabel.pdf
Download (238kB)
3213322017_Daftar_Lampiran.pdf
Download (238kB)
3213322017_BAB_I.pdf
Download (349kB)
3213322017_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (709kB)
3213322017_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (548kB)
3213322017_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
3213322017_BAB_V.pdf
Download (430kB)
3213322017_Daftar_Pustaka.pdf
Download (303kB)
3213322017_Lampiran.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kegiatan Masa Pengenalan
Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 3 Medan melalui pendekatan
antropologi pendidikan. Fokus utama penelitian ini adalah memahami MPLS
tidak hanya sebagai program administratif, tetapi sebagai proses sosial-budaya
yang sarat akan nilai, norma, simbol, dan mekanisme enkulturasi terhadap siswa
baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan
terdiri dari guru, siswa, dan staf sekolah yang terlibat langsung dalam pelaksanaan
MPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPLS memiliki sejumlah fungsi
sosial penting bagi siswa baru. Pertama, fungsi integrasi sosial, yaitu
mempertemukan siswa dari latar belakang berbeda agar terbentuk solidaritas dan
kebersamaan. Kedua, fungsi sosialisasi nilai dan norma, di mana guru dan OSIS
menanamkan disiplin, tanggung jawab, etika, serta tata krama yang berlaku di
sekolah. Ketiga, fungsi adaptasi, yakni membantu siswa baru menyesuaikan diri
secara psikologis maupun sosial dengan lingkungan sekolah. Keempat, fungsi
pemeliharaan keteraturan, di mana simbol-simbol, atribut, dan tata tertib berperan
menjaga budaya sekolah tetap konsisten. Dengan demikian, kegiatan MPLS
bukan hanya sebatas pengenalan lingkungan fisik sekolah, tetapi berfungsi
sebagai mekanisme sosial yang memastikan siswa baru terintegrasi dalam sistem
budaya sekolah secara harmonis. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan,
dalam perspektif antropologi, adalah proses pewarisan budaya yang berlangsung
melalui lembaga formal dan berfungsi mempertahankan keteraturan sosial.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Makna, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, Perspektif, Antropologi Pendidikan. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Antropologi |
| Depositing User: | Mr Setiady Setiady |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 02:12 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 02:12 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66501 |
