Kisno (2025) Pengembangan Model Manajemen Pelatihan Basic Safety berbasis Partnership-Dual Training System (PADU) untuk Meningkatkan Kompetensi K3 Guru Produktif SMK Swasta Program Keahlian Teknik Otomotif di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Sumatera Utara. Doctoral thesis, UNIMED.
8216114013_Cover.pdf
Download (207kB)
8216114013_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (380kB)
8216114013_Abstrak.pdf
Download (319kB)
8216114013_Kata_Pengantar.pdf
Download (532kB)
8216114013_Daftar_Isi.pdf
Download (261kB)
8216114013_Daftar_Tabel.pdf
Download (549kB)
8216114013_Daftar_Gambar.pdf
Download (135kB)
8216114013_Daftar_Lampiran.pdf
Download (88kB)
8216114013_BAB_I.pdf
Download (1MB)
8216114013_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
8216114013_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
8216114013_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
8216114013_BAB_V.pdf
Download (279kB)
8216114013_Daftar_Pustaka.pdf
Download (693kB)
8216114013_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model manajemen pelatihan Basic Safety berbasis Partnership-Dual Training System (PADU) yang layak, efektif, dan praktis guna meningkatkan kompetensi K3 guru produktif SMK Swasta Program Keahlian Teknik Otomotif di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R and D) dengan pendekatan Borg dan Gall, yang melibatkan 41 guru produktif dari 41 SMK Swasta sebagai sampel. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan model hipotetik, validasi ahli, uji coba terbatas, dan implementasi model secara luas. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, serta pengujian validitas instrumen, kelayakan, efektivitas, dan kepraktisan model. Uji coba model dilakukan dalam tiga tahap: awal (20 responden), utama (30 responden), dan operasional (41 responden). Hasil penelitian mengungkapkan karakteristik utama Model PADU, yaitu kemitraan erat dengan industri, sistem pelatihan ganda yang mengintegrasikan teknologi dan simulasi, serta evaluasi berkelanjutan dengan sertifikasi industri. Model ini menunjukkan tingkat kelayakan tinggi, dengan skor rata-rata validasi ahli manajemen pelatihan sebesar 91,68 dan Praktisi 91,7, keduanya dalam kategori sangat layak. Pada skala luas, nilai kelayakan meningkat menjadi 92,57 (ahli) dan 92,1 (praktisi). Evaluasi berbasis kompetensi menunjukkan efektivitas model yang sangat tinggi, dengan skor 96,3 dari ahli dan 91,9 dari praktisi. Kepraktisan model juga dinilai sangat baik, dengan skor 96,3 (ahli) dan 91,6 (praktisi). Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pelatihan berbasis kemitraan dengan sistem pelatihan ganda, yang memberikan pengalaman industri langsung kepada guru serta penerapan kompetensi dalam pembelajaran sekolah. Implikasi penelitian menegaskan bahwa Model PADU efektif meningkatkan profesionalisme guru produktif SMK dan memperkuat sinergi antara sekolah dan industri dalam menciptakan ekosistem pembelajaran K3 yang berkelanjutan.
