Surbakti, Felicia Eneguita (2025) KEARIFAN LOKAL DALAM LEGENDA ASAL USUL GUNDALING DI BERASTAGI, KABUPATEN KARO. Undergraduate thesis, UNIMED.
2203510004_Cover.pdf
Download (191kB)
2203510004_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (1MB)
2203510004_Abstrak.pdf
Download (98kB)
2203510004_Kata_Pengantar.pdf
Download (118kB)
2203510004_Daftar_Isi.pdf
Download (106kB)
2203510004_BAB_I.pdf
Download (432kB)
2203510004_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (965kB)
2203510004_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (211kB)
2203510004_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
2203510004_BAB_V.pdf
Download (163kB)
2203510004_Daftar_Pustaka.pdf
Download (195kB)
2203510004_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Legenda Asal Usul Gundaling dalam masyarakat sekitar Gundaling, mengetahui kehidupan sosial masyarakat sekitar Gundaling di Tanah Karo dan untuk mengetahui cara melestarikan kebudayaan pada masyarakat Karo. Kearifan Lokal dalam penelitian ini diungkapkan dari perspektif Robert Sibarani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara. Data dianalisi berdasarkan teori kearifan lokal Robert Sibarani dan teori folklor James Danandjaja. Hasil dari penelitian ini peneliti melihat ada 2 pendapat yang berbeda mengenai asal usul Legenda Gundaling. Pendapat yang pertama yaitu asal usul Legenda Gundaling adalah melalui cerita nenek moyang yang turun menurun bahwa pada zaman dahulu ada sepasang kekasih yang tidak direstui orang tua dan dipaksa untuk menikah. Pendapat yang kedua yaitu bukit Gundaling adalah sebuah bukit yang digunakan untuk memanggil pekerja-pekerja yang ada di ladang untuk memanggil, bilangkan makan siang ataupun waktunya pulang. Hasil penelitian mengenai kearifan lokal yang dapat dilihat adalah gotong royong yang dilakukan masyarakat Gundaling 2 setiap hari jumat. Peneliti juga melihat adanya perbedaan pendapat di masyarakat Gundaling mengenai aksi sosial pemerintah atau kontribusi pemerintah terhadap masyarakat. Pendapat pertama masyrakat
menggap pemerintah sudah memberikan kontribusi terhadap masyarakat melalui pembangunan wisata Gundaling sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Pendapat kedua masyarakat merasa bahwa pemerintah tidak ikut andil atau tidak ada berkontribusi terhadap masyarakat setempat sampai sekarang. Hasil penelitian terakhir peneliti melihat bahwa kebudayaan Karo sudah mulai memudar karena perkembangan zaman. Peneliti juga melihat dari jawaban-jawaban masyarakat bahwa pemerintah sedang melakukan pembangunan dan kegiatan yang mengenalkan kebudayaan Karo di Bukit Gundaling.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Legenda; Kearifan Lokal; Folklor |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) P Language and Literature > PR English literature > PR1 Literary history and criticism |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Indonesia |
| Depositing User: | Mrs Yuni Chairani |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 03:15 |
| Last Modified: | 30 Jan 2026 03:15 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/65917 |
