Siregar, Siti Nurwana (2022) Ketidaksetaraan Gender dan Perlawanan Perempuan Dalam Sinetron “Suara Hati Istri” : Kajian Feminisme Liberal. Undergraduate thesis, UNIMED.
1. NIM 2183510007 COVER.pdf
Download (104kB)
2. NIM 2183510007 APPROVAL SHEET.pdf
Download (252kB)
3. NIM 2183510007 ABSTRACT.pdf
Download (379kB)
4. NIM 2183510007 PREFACE.pdf
Download (374kB)
5. NIM 2183510007 TABLE OF CONTENT.pdf
Download (191kB)
6. NIM 2183510007 LIST OF TABLE.pdf
Download (182kB)
7. NIM 2183510007 CHAPTER I.pdf
Download (326kB)
8. NIM 2183510007 CHAPTER II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (454kB)
9. NIM 2183510007 CHAPTER III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (315kB)
10. NIM 2183510007 CHAPTER IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (757kB)
11. NIM 2183510007 CHAPTER V.pdf
Download (290kB)
12. NIM 2183510007 BIBLIOGRPAHY.pdf
Download (401kB)
13. NIM 2183510007 ENDCLOSURE.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (985kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk ketidaksetaraan gender
dan perlawanan perempuan dalam sinetron “Suara Hati Istri”: Kajian feminisme
Liberal. Rumusan masalah penelitian ada dua yakni pertama bentuk-bentuk
ketidaksetaraan gender. Kedua, bentuk-bentuk perlawanan perempuan. teori yang
digunakan adalah teori Mansour Fakih dan teori Tong. Metode yang digunakan
pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa
wacana dari video yang telah ditranskipkan dan sumber datanya dari apalikasi
“Youtube” dan “Vidio”. Instrument penelitian berupa human instrument. Teknik
pengumpulan data menggunakan dokumentasi, simak dan catat. Teknik analisis
data yang pertama melakukan reduksi data yang telah didokumentasi, setelah
simak dan catat wacana yang menjadi data analisis. Setalah itu data dianalisis
menggunakan acuan teori yakni teori Mansour Fakih tentang bentuk-bentuk
ketidaksetaraaan gender dan teori Tong mengenai bantuk-bentuk perlawanan
perempuan, setelah dianalisis lalu disimpulkan hasi penelitian yang telah
ditemukan. Hasil temuan yang didapatkan oleh peneliti mengenai bentuk-bentuk
ketidaksetaraan gender pada lima episode yang dianalisis yakni marginalisasi
berjumlah 6 kali, subordinasi sebanyak 8 kali, stereotip sebanyak 5 kali, kekerasan
berjumalah 1 kali, beban ganda sebanyak 4 kali dengan total keseluruhan 24 kali.
Bentuk-bentuk ketidaksetaraan gender yang paling dominan yaitu subordinasi.
Dikarenakan perempuan masih dipandang makhluk tidak penting dan
kedudukannya lebih rendah dari laki-laki sehingga sesukan hati direndahkan dan
diatur sesuai keinginan laki-laki tersebut. Hasil temuan selanjutnya mengenai
bentuk-bentuk perlawanan perempuan yang terdapat pada kelima episode yang
dianalisis yaitu Pendidikan sebanyak 1 kali, ekonomi sebanyak 5 kali, hak sipil
berjumlah 7 kali, sosial sebanyak 6 kali deegan total 17 kali. Dari keempat bentuk
perlawanan perempuan yang lebih dominan adalah perlawanan hak sipil. Karena
perempuan dicap sebagai milik laki-laki dan kedudukannya ebih rendah dari laki
laki sehingga semua hak-hak yang seharusnya dimiliki seorang istri diambil
secara paksa. Membuat istri tidak bebas melakukan apa saja walaupun itu di
rumah tangganya sendiri semua harus diatur oleh suaminya seakan-akan dirinya
itu robot. Hal tersebut sering dialami oleh seorang istri baik dirumah tangga,
pendidikan, dan pekerjaan pasti hak pribadinya selalu mengalami kekangan
dengan atas namakan kedudukan seorang laki-laki berada diatas.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Ketidaksetaraan gender; perlawanan perempuan; feminisme liberal |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Indonesia |
| Depositing User: | Ricky Syahrizal |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 02:30 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 02:30 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/65834 |
