Harahap, Salmiah (2006) MANAJEMEN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING BERBASIS TUGAS PERKEMBANGAN DI SMA NEGERI 11 MEDAN. Masters thesis, UNIMED.
045030403- Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (688kB) | Preview
045030403- Abstrak.pdf - Published Version
Download (463kB) | Preview
045030403- Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (474kB) | Preview
045030403- Bab I.pdf - Published Version
Download (1MB) | Preview
045030403- Bab V.pdf - Published Version
Download (975kB) | Preview
045030403- Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (304kB) | Preview
Abstract
Tidak efektifnya pengelolaan kegiatan layanan bimbingan konseling di sekolah, guru mata pelajaran yang difungsikan menjadi guru BK untuk mencukupi jumlah jam efektif mengajar, siswa yang takut menghadap guru BK, serta diberlakukannya kurikulurn berbasis kompetensi, rnerupakan latar belakang masalah penelitian ini. Masalah penelitian ini adalah bagaimana kegiatan manajerial layanan bimbingan konseling di SMA Negeri 11 Medan.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan:1) Pelaksanaan manajemen layanan bimbingan konseling yang dilaksanakan di SMA Negeri 11 Medan,2) Kualifikasi guru pembimbing sebagai pelaksana utama kegiatan BK,3) Langkah dalam meningkatkan layanan bimbingan konseling berbasis kompetensi,4) Menemukan kendala-kendala dalam pelaksanaan, dan5) Upaya dalam mengatasi kendala dalam pelaksanaan layanan bimbingan konseling berbasis kompetensi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naturalistic, dengan observasi, wawancara dan kajian dokumentasi sebagai alat pengumpul dataTemuan penelitian adalah:1) SMA Negeri 11 Medan menerapkan pola manajemen layanan BK berbasis tugas perkembangan, dengan dasar penyusunan rencana program masih dengan kurikulum 1994, dan tidak semua jenis layanan dapat dilaksanakan terutama layanan konseling kelompok. Siswa yang dilayani masih yang melanggar peraturan/tata tertib sekolah, belum semua siswa mendapat pelayanan, belum semua guru pembimbing melaksanakan kegiatan layanan ke dalam kelas. Guru mata pelajaran belum semua berkoordinasi dengan BK, sebagian masalah siswa diatasi sendiri oleh guru mata pelajaran. Pengawasan, masih bersifat umum yang dilaksanakan oleh kepala sekolah, sebagai penanggung jawab seluruh kegiatan, dan penilaian/tindak lanjut dilaksanakan hanya pada akhir tahun oleh kepala sekolah bersama koordinator BK, wakil kepala bidang kesiswaan, guru mata pelajaran/wali kelas,2) Tidak ada guru mata pelajaran yang difungsikan menjadi guru BK,3) Langkah dalam meningkatkan layanan, ada program BK, ada pembagian siswa asuh, ada silabus BK, ada jadwal/roster BK, satuan layanan/pendukung BK, buku pribadi, buku penghubung, alat ungkap masalah (angket), ada pengawasan dan penilaian tiadak lanjut yang bersifat umum,4) Kendalanya kurikulum BK belum ada, buku/modul materi pendukung layanan BK masih terbatas, kotak saran tidak berja1an,5) Upaya yang dilakukan guru BK mengikuti MGP, seminar, pelatihan, diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, dalam meningkatkan pengetahuan BK, dan tetap menginformasikan keberadaan BK pada seluruh personil sekolah.Kesimpulan dan hasil penelitian ini bahwa: pelaksanaan kegiatan BK di SMA Negeri 11 Medan, telah menerapkan pada pelaksanaan manajemen layanan bimbingan konseling pola berbasis tugas perkembangan.
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Additional Information: | 371.41 Har m |
Keywords: | Bimbingan konseling; Guru pembimbing; Tugas perkembangan; Manajemen layanan BK |
Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education L Education > LB Theory and practice of education > LB2801 School Administration and Organization L Education > LC Special aspects of education |
Divisions: | Program Pasca Sarjana > Administrasi Pendidikan |
Depositing User: | Mrs Catur Dedek Khadijah |
Date Deposited: | 09 Apr 2016 08:13 |
Last Modified: | 24 May 2016 03:27 |
URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/2063 |