PENERAPAN SIKLUS ACE MENGGUNAKAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMBUKTIAN

Irwan, (2009) PENERAPAN SIKLUS ACE MENGGUNAKAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMBUKTIAN. Masters thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
071188830015 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (44kB) | Preview
[img]
Preview
Text
071188830015 Abstrak.pdf - Published Version

Download (23kB) | Preview
[img]
Preview
Text
071188830015 Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (144kB) | Preview
[img]
Preview
Text
071188830015 Bab I.pdf - Published Version

Download (43kB) | Preview
[img]
Preview
Text
071188830015 Bab V.pdf - Published Version

Download (67kB) | Preview
[img]
Preview
Text
071188830015 Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (59kB) | Preview

Abstract

Pendidikan pada saat ini dihadapkan pada Mittman tujuan yang semakin canggih, semakin meningkat baik ragam, lebih-lebih kualitasnya. Di sisi lain, berdasarkan hasil evaluasi dengan kurikulum 2006 yang berbasis kompetensi, diketahui bahwa mahasiswa belum mencapai kemampuan optimalnya. Pola pengajaran yang dilakukan oleh desen di prodi Pendidikan Matematika STKIP Budidaya Binjai berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis, masih kurang adanya kesesuaian pola dan variasi dalam pendekatan pengajaran. Kalau dicermati, belum menggunakan pembelajaran yang menerapkan silchts ACE menggunakan peta konsep dalam belajar matematika sehingga kemampuan pembuktian yang dimiliki mahasiswa masih rendah, kurangnya pengetahuan dan pengetahuan dosen menerapkan siklus ACE menggunakan media peta konsep.Penelitian ini bertujuan untuk menelaah (1) apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pembuktian antara mahasiswa yang diberi pembelajaran siklus ACE menggunakan peta konsep(Z1), dan mahasiswa yang diberi pembelajaran menggunakan peta konsep (Z2), serta mahasiswa yang diberi pembelajaran biasa (Z3) ; (2) apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pembuktian antara mahasiswa yang memperoleh pembelajaran siklus ACE menggunakan peta konsep dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan peta konsep; (3) apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pembuktian antara mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan peta konsep dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran biasa; (4) bagaimana kinerja dan pola jawaban yang dikerjakan mahasiswa dalam kemampuan pembuktian pada masing-masing pembelajaran Z1, Z2,dan Z3.Penelitian ini merupakan studi eksprimen di STKIP Budidaya Binjai dengan subyek populasinya adalah seluruh mahasiswa semester IV prodi pendidikan matematika STKIP Budidaya Binjai yang terdiri dari kelas NA, IVB, IVC, dan IVD. Sampel di ambil secara acak kelas NA, IVB dan IVC. Selanjutnya mahasiswa dari kelas NA diberi pembelajaran siklus ACE menggunakan media peta konsep, mahasiswa dari kelas IVB diberi pembelajaran menggunakan peta konsep, dan mahasiswa dari kelas IVC diberi pembelajaran biasa serta pada kelas IVD sebagai kelas ujicoba instrumen. Data penelitian diperoleh melalui dua jenis instrumen, yaitu tes dan non-tes yang melibatkan seperangkat pretes dan postes tentang kemampuan pembuktian yang diberikan pada masing-masing pembelajaran (4), (Z2), dan (Z3) dengan materi titik kumpul, diperoleh soal 1, r=0,530, soal 2, r = 0,429, soal 3, r = 0,512 dan soal 4, r = 0,455 seluruhnya valid dan materi himpunan buka, diperoleh soal 1, r= 0,450, soal 2,r=0,507, seal 3, r= 0,445 dan soal 4, r= 0,587 seluruhnya valid. Untuk melihat adanya perbedaan kemampuan pembuktian ke tiga metode pembelajaran digunakan uji anova satu jalur sedangkan untuk menentukan besamya perbedaan rerata antara Z1, Z2, dan Z3 digunakan uji Scheffe.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pembuktian ketiga pembelajaran; (2) peningkatan kemampuan pembuktian mahasiswa yang memperoleh pembelajaran siklus ACE menggunakan peta konsep berbeda nyata dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran biasa; (3) peningkatan kemampuan pembuktian mahasiswa yang memperoleh pembelajaran siklus ACE menggunakan peta konsep tidak berbeda nyata dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan peta konsep; (4) peningkatan kemampuan pembuktian mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan peta konsep tidak berbeda nyata dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran biasa; (5) kinerja dan pola jawaban yang dikerjakan mahasiswa dalam kemampuan pembuktian dengan siklus ACE menggunakan peta konsep lebih baik dari pembelajaran menggunakan peta konsep dan pembelajaran biasa. Disarankan dosen sebaiknya menciptakan suasana belajar yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengungkapkan model matematik dalam bahasa dan cara mereka sendiri, sehingga dalam belajar matematika mahasiswa menjadi lebih berani berargumentasi, lebih percaya diri, kreatif dan sistematis. Dosenpun dapat belajar dan sildus ACE menggunakan peta konsep, dimana dosen berkesempatan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang bertumpu pada siklus ACE menggunakan peta konsep. Penerapan sildus ACE menggunakan peta konsep perlu disosialisasikan oleh perguruan tinggi dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan pembuktian hasil belajar mahasiswa, khususnya meningkatkan kemampuan pembuktian matematik. Kepada peneliti lain hendaknya penelitian ini dapat dilengkapi dengan meneliti kemampuan pembuktian bidang matematika morn lainnya secara lebih terperinci yang belum terjangkau oleh peneliti, misalnya pada kemampuan pembuktian strukstur aljabar, geometri, topologi, dan analisa fungsi.

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorSaragih, Sahat196102051988031003
Thesis advisorSuwilo, Saib196401091988031004
Call Number: 510 Irw p
Keywords: Siklus ACE; Peta Konsep
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Q Science > QA Mathematics
Divisions: Program Pasca Sarjana > Pendidikan Matematika
Depositing User: Mrs Yuni Chairani
Date Deposited: 09 Apr 2016 08:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/2688

Actions (login required)

View Item View Item