INTERAKSI GAYA KEPEMIMPINAN DAN KEMATANGAN BAWAHAN TERHADAP KEEFEKTIFAN KEPEMIMPINAN DI SMP NEGERI LANGSA PROPINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM (UJI EMPIRIS) MODEL KEPEMIMPINAN SITUASIONAL HERSEY DAN BLANCHARD

Mendrofa, Operianus (2009) INTERAKSI GAYA KEPEMIMPINAN DAN KEMATANGAN BAWAHAN TERHADAP KEEFEKTIFAN KEPEMIMPINAN DI SMP NEGERI LANGSA PROPINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM (UJI EMPIRIS) MODEL KEPEMIMPINAN SITUASIONAL HERSEY DAN BLANCHARD. Masters thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
071188110058 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (733kB) | Preview
[img]
Preview
Text
071188110058 Abstrak.pdf - Published Version

Download (379kB) | Preview
[img]
Preview
Text
071188110058 Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (633kB) | Preview
[img]
Preview
Text
071188110058 Bab I.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
071188110058 Bab V.pdf - Published Version

Download (788kB) | Preview
[img]
Preview
Text
071188110058 Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (212kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbedaan keefektifan kepemimpinan ditinjau dari gaya instruktif, konsultatif, partisipatif, dan delegatif, (2) Perbedaan keefektifan kepemimpinan ditinjau dan kematangan bawahan rendah, sedang, cukup matang, dan sangat matang dan (3) Interaksi antara gaya kepemimpinan dan kematangan bawahan terhadap keefektifan kepemimpinan.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang berstatus pegawai negeri di SMP Negeri Langsa yang berjumlah 384 orang dan jumlah sampel penelitian berdasarkan tabel Isaac dan Michael adalah 182 orang yang diambil secara acak.Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan inferensial dengan analisis anava dua jalur faktorial 4x4 pada taraf signifikan 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa: (1) Secara keseluruhan terdapat perbedaan keefektifan kepemimpinan ditinjau dari gaya instruktif, konsultatif, partisipatif dan delegatif dengan Fhtg = 3,26 > Ftbl(0,05)(3;166) = 2,65, dan gaya partisipatif lebih efektif dibandingkan dengan gaya instruktif, konsultatif dan delegatif. (2) Secara keseluruhan terdapat perbedaan keefektifan kepemimpinan ditinjau dari kematangan bawahan rendah, sedang, cukup matang, dan sangat matang dengan Fhtg = 3,21 > F(0,05)(3;166) = 2,65, dan kematangan bawahan sangat matang lebih efektif dibandingkan dengan kematangan bawahan rendah, sedang, cukup matang, dan (3) Terdapat interaksi antara gaya kepemimpinan dan kematangan bawahan terhadap keefektifan kepemimpinan dengan Fhtg = 2,95 > F(0,05)(9;166) = 1,92.Hasil temuan ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang sangat efektif di SMP Negeri Langsa Nanggroe Aceh Darussalam adalah gaya delegatif pada kematangan bawahan sangat matang.

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorManullang, Belferik130518778
Thesis advisorSiman, 130879744
Call Number: 371.236 068 Men i
Keywords: Kepemimpinan situasional; Kepala sekolah; Perilaku orientasi hubungan; Perilaku orientasi tugas; Kemampuan bawahan
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
L Education > LB Theory and practice of education > LB3011 School management and discipline
Divisions: Program Pasca Sarjana > Administrasi Pendidikan
Depositing User: Mrs Yuni Chairani
Date Deposited: 09 Apr 2016 08:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/2665

Actions (login required)

View Item View Item