BAJODEN PADA MASYARAKAT PESISIR DI KECAMATAN NATAL KABUPATEN MANDAILING NATAL (KAJIAN TERHADAP BENTUK LAGU, FUNGSI DAN MAKNA)

Nurmala, (2017) BAJODEN PADA MASYARAKAT PESISIR DI KECAMATAN NATAL KABUPATEN MANDAILING NATAL (KAJIAN TERHADAP BENTUK LAGU, FUNGSI DAN MAKNA). Undergraduate thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. NIM. 2123340023 COVER.pdf - Published Version

Download (122kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. NIM. 2123340023 APPROVAL SHEET.pdf - Published Version

Download (293kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. NIM. 2123340023 ABSTRACT.pdf - Published Version

Download (114kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. NIM. 2123340023 TABLE OF CONTENT.pdf - Published Version

Download (170kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. NIM. 2123340023 PREFACE.pdf - Published Version

Download (214kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. NIM. 2123340023 TABLES.pdf - Published Version

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. NIM. 2123340023 CHAPTER I.pdf - Published Version

Download (344kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. NIM. 2123340023 CHAPTER V.pdf - Published Version

Download (169kB) | Preview
[img]
Preview
Text
12. NIM. 2123340023 BIBLIOGRAPHY.pdf - Published Version

Download (212kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas proses tradisi mengayunkan anak, untuk mengetahui bentuk lagu bajoden, untuk mengetahui fungsi bajoden bagi masyarakat Pesisir di Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal, serta untuk mengetahui makna bajoden bagi Masyarakat Pesisir di Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Patiluban Hilir Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal dengan populasi tokoh adat yang berjumlah 2 orang, seniman berjumlah 1 orang, dan 3 orang yang melaksanakan tradisi mengayunkan anak, sehingga jumlah populasinya adalah 6 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 6 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui susunan acara pada tradisi mengayunkan anak yaitu: turun tanah anak, pembacaan shalawat, Al-Barjanzi, Marhaban, Tepung tawar, menabalkan nama anak, hiburan dan bajoden. Bentuk lagu bajoden memiliki 2 motif (m1 dan m2) dalam 6 frase, yaitu 3 frase antecedent (pertanyaan) dan 3 frase consequent (jawaban) dan terdapat 3 kalimat yaitu kalimat I, kalimat II, dan kalimat III. Fungsi bajoden ini yaitu: 1.Fungsi pengungkapan emosional, 2.Fungsi hiburan, 3.Fungsi komunikasi. Dan Makna yang terkandung dalam Bajoden terdiri dari makna perasaan, makna nada dan makna tujuan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorWidiastuti, Uyuni197106072005022001
Thesis advisorHasbullah, Mukhlis197606122002121005
Call Number: SK-2017 MSK 016
Keywords: Tradisi mengayunkan anak; Bentuk lagu; Fungsi; Makna; Bajoden
Subjects: M Music and Books on Music > M Music
M Music and Books on Music > M Music > M5 Instrumental music > M1375 Instrumental music for children
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Musik
Depositing User: Mrs Siti Nurbaidah
Date Deposited: 13 Sep 2017 16:47
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/26387

Actions (login required)

View Item View Item