Siahaan, Artha Sasta (2026) Analisis Kinerja Operasional Bus Rapid Trans (BRT) (Studi Kasus Koridor 5 Rute Tembung - Lapangan Merdeka Medan). Undergraduate thesis, UNIMED.
5203550015_Cover.pdf
Download (183kB)
5203550015_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (921kB)
5203550015_Abstrak.pdf
Download (256kB)
5203550015_Kata_Pengantar.pdf
Download (981kB)
5203550015_Daftar_Isi.pdf
Download (278kB)
5203550015_Daftar_Tabel.pdf
Download (183kB)
5203550015_Daftar_Gambar.pdf
Download (157kB)
5203550015_Daftar_Lampiran.pdf
Download (160kB)
5203550015_BAB_I.pdf
Download (402kB)
5203550015_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5203550015_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5203550015_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
5203550015_BAB_V.pdf
Download (297kB)
5203550015_Daftar_Pustaka.pdf
Download (271kB)
5203550015_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional Bus Rapid Transit (BRT) Koridor 5 Kota Medan berdasarkan tujuh indikator, yaitu load factor, headway, waktu henti, kecepatan perjalanan, ketersediaan armada, penyebab keterlambatan, dan konsumsi energi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei langsung (on-board survey) selama tujuh hari pada pukul 05.30–22.00 WIB terhadap 8 unit bus listrik berkapasitas 52 penumpang dengan 6 ritase per hari pada rute sepanjang 19,58 km. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional dari sisi penyediaan layanan tergolong baik, ditandai dengan ketersediaan armada sebesar 100% dan waktu henti rata-rata 8 detik. Namun, kinerja layanan belum optimal akibat pengaruh lalu lintas campuran yang menyebabkan headway rata-rata sebesar 16,12 menit dan kecepatan operasional sebesar 17,5 km/jam. Permasalahan utama terletak pada rendahnya load factor sebesar 18,87% yang menunjukkan pemanfaatan kapasitas angkutan belum optimal. Evaluasi berdasarkan SK Dirjen Perhubungan Darat No. 687 Tahun 2002 menunjukkan bahwa sebagian besar indikator belum memenuhi standar minimum, kecuali Headway, Ketersediaan Armada dan Waktu Henti. Oleh karena itu, diperlukan intervensi taktis berupa penataan hambatan samping jalan, manajemen rekayasa lalu lintas setempat pada titik sumbatan, serta integrasi angkot konvensional sebagai angkutan pengumpan (feeder) untuk mendongkrak daya tarik layanan angkutan umum massal ini.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Bus Rapid Trans; Load factor; Headway; Kecepatan Perjalanan; Standar Pelayanan Minimum; Bus Listrik |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA1001 Transportation engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Bangunan |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 08:30 |
| Last Modified: | 29 Oct 2026 08:30 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/69534 |
