Situmeang, Oktavia (2026) Analisis Hasil Warna Kulit Alpukat (Parsea Americana Mill) Menggunakan Fiksasi Tunjug. Undergraduate thesis, UNIMED.
5193343007_Cover.pdf
Download (224kB)
5193343007_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (304kB)
5193343007_Abstrak.pdf
Download (463kB)
5193343007_Kata_Pengantar.pdf
Download (190kB)
5193343007_Daftar_Isi.pdf
Download (535kB)
5193343007_Daftar_Tabel.pdf
Download (316kB)
5193343007_Daftar_Gambar.pdf
Download (313kB)
5193343007_Daftar_Lampiran.pdf
Download (315kB)
5193343007_BAB_I.pdf
Download (593kB)
5193343007_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5193343007_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (955kB)
5193343007_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5193343007_BAB_V.pdf
Download (394kB)
5193343007_Daftar_Pustaka.pdf
Download (492kB)
5193343007_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada besarnya dampak pencemaran lingkungan akibat meluasnya penggunaan zat pewarna sintetis di industri tekstil, serta melimpahnya limbah kulit alpukat (Persea americana Mill.) yang belum dimanfaatkan secara optimal. Guna mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan limbah kulit buah alpukat sebagai alternatif zat pewarna alami pada kain katun mori primisima dengan menggunakan mordan fiksasi tunjung (FeSO4). Melalui pemanfaatan limbah organik ini, diharapkan dapat tercipta alternatif pewarnaan tekstil yang lebih ramah lingkungan sekaligus menaikkan nilai guna dari limbah buah alpukat. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian eksperimen dengan sampel sebanyak 15 kain katun mori primisima yang ditentukan melalui teknik purposive sampling, menggunakan variasi konsentrasi massa fiksasi tunjung sebesar 10 gram, 20 gram, dan 30 gram per 1 liter air. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur oleh tiga pengamat ahli (expert judgment) menggunakan instrumen skala Likert (skor 1–4) untuk menilai empat aspek mutu visual kain, yaitu ketajaman warna, kerataan warna, kebersihan warna, dan intensitas warna. Data kemudian dianalisis menggunakan uji kesepakatan pengamat serta statistik deskriptif berupa rata-rata (mean) dan persentase capaian mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi fiksasi tunjung secara umum berkorelasi positif terhadap peningkatan mutu visual warna kain, meskipun tidak selalu bersifat linear pada setiap aspek. Perlakuan fiksasi tunjung 10 gram menghasilkan rona New Grey (abu-abu cerah) dengan persentase capaian mutu 73,8% (kategori Baik). Fiksasi tunjung 20 gram menghasilkan persentase capaian mutu keseluruhan yang relatif setara yaitu 73,8% (kategori Baik), dengan ketajaman warna meningkat menjadi 78,3% dan intensitas warna mencapai titik tertinggi sebesar 83,3%. Perlakuan fiksasi tunjung 30 gram menghasilkan capaian rata-rata tertinggi secara keseluruhan yaitu 78,8% (kategori Baik), dengan indikator ketajaman warna mencapai puncaknya pada nilai 83,3%. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa formulasi konsentrasi fiksasi tunjung memberikan pengaruh terhadap karakteristik arah dan mutu visual warna abu-abu (grey), di mana konsentrasi fiksasi 30 gram terbukti memberikan profil mutu visual yang paling tinggi, seimbang, dan konsisten di antara ketiga perlakuan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Kulit Alpukat; Pewarna Alami; Fiksasi Tunjung; Kain Katun Mori Primisima; Mutu Visual |
| Subjects: | T Technology > TT Handicrafts Arts and crafts > TT490 Clothing manufacture. Dressmaking. Tailoring |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Tata Busana |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 07:50 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 07:50 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/69344 |
