Tarigan, Reza Gugung Galio (2026) Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa SD Di Daerah Pegunungan Desa Panribuan Dan Perkotaan Kota Medan. Undergraduate thesis, UNIMED.
6213111081_Cover.pdf
Download (102kB)
6213111081_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (336kB)
6213111081_Abstrak.pdf
Download (235kB)
6213111081_Kata_Pengantar.pdf
Download (247kB)
6213111081_Daftar_Isi.pdf
Download (190kB)
6213111081_Daftar_Gambar.pdf
Download (202kB)
6213111081_Daftar_Tabel.pdf
Download (199kB)
6213111081_Daftar_Lampiran.pdf
Download (154kB)
6213111081_BAB_I.pdf
Download (523kB)
6213111081_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (920kB)
6213111081_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
6213111081_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
6213111081_BAB_V.pdf
Download (228kB)
6213111081_Daftar_Pustaka.pdf
Download (287kB)
6213111081_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kebugaran jasmani siswa sekolah dasar di daerah pegunungan Desa Panribuan dan daerah perkotaan Kota Medan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya perbedaan kondisi lingkungan, pola aktivitas fisik, serta gaya hidup siswa yang diduga memengaruhi tingkat kebugaran jasmani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 094119 Panribuan dan SD Negeri 066038 Medan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk usia 10–12 tahun yang meliputi lima item tes, yaitu lari 40 meter, gantung siku tekuk, baring duduk, loncat tegak, dan lari 600 meter.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara siswa di daerah pegunungan dan perkotaan. Siswa di daerah pegunungan cenderung memiliki tingkat kebugaran jasmani yang lebih baik dibandingkan siswa di daerah perkotaan. Hal ini dipengaruhi oleh aktivitas fisik harian yang lebih tinggi, seperti berjalan kaki dan membantu pekerjaan orang tua, serta lingkungan yang mendukung aktivitas fisik. Sebaliknya, siswa di perkotaan cenderung memiliki aktivitas fisik yang lebih rendah akibat gaya hidup sedentary dan penggunaan teknologi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa lingkungan tempat tinggal dan pola aktivitas fisik memiliki pengaruh terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan aktivitas fisik dan pembinaan kebugaran jasmani secara terprogram, khususnya bagi siswa di daerah perkotaan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Sarana, Prasarana, Pendidikan Jasmani |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure > GV557 Sports L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan > Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi |
| Depositing User: | Siti Nur Fatimah |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 03:15 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 03:15 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/68589 |
