Suhartini, Esti (2025) Pengaruh Jumlah Mordan Tawas Terhadap Hasil Jadi Pewarnaan Daun Ketapang (Terminalia Catappa) Pada Kain Katun Dengan Teknik Shibori. Undergraduate thesis, UNIMED.
5202443001_Cover.pdf
Download (250kB)
5202443001_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (1MB)
5202443001_Abstrak.pdf
Download (263kB)
5202443001_Kata_Pengantar.pdf
Download (1MB)
5202443001_Daftar_Isi.pdf
Download (261kB)
5202443001_Daftar_Tabel.pdf
Download (408kB)
5202443001_Daftar_Gambar.pdf
Download (410kB)
5202443001_BAB_I.pdf
Download (613kB)
5202443001_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5202443001_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (847kB)
5202443001_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5202443001_BAB_V.pdf
Download (588kB)
5202443001_Daftar_Pustaka.pdf
Download (505kB)
5202443001_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Kurangnya penerapan konsep green product dalam peningkatan kualitas
tekstil dalam pembuatan shibori, serta masih dominannya pengunaan zat pewarna
sintetis. Oleh karena itu, perlu adanya alternatif pewarna alami yang ramah
lingkungan untuk mendukung penerapan dan peningkatan kualitas barang
produksi hijau (green product) khususnya dalam bidang tekstil, salah satunya
adalah daun ketapang (Terminalia catappa), dipilih karena mudah diperoleh,
ramah lingkungan, serta masih jarang dimanfaatkan untuk pewarna alam tekstil
oleh masyarakat. Penggunaan pewarna alam membutuhkan mordan sebagai
pengikat waran.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh jumlah mordan
tawas terhadap hasil pewarnaan kain katun dengan teknik shibori menggunakan
ekstrak daun ketapang.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan
perlakuan variasi jumlah mordan tawas 100 gram, 150 gram, dan 200 gram.
Penelitian dilaksanakan di Rumah Batik JShibori Binjai pada bulan Desember
2024. Data dikumpulkan melalui observasi, menggunakan lembar pengamatan
oleh tiga orang ahli pengamat dibidang tekstil berdasarkan aspek arah warna,
ketuaan warna, kerataan warna, kejelasan motif, kecerahan, dan kebersihan kain
dengan skor 4,3,2,1. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas,
serta uji hipotesis menggunakan uji non-parametrik Kruskal-Wallis.
Hasil uji persyaratan yaitu uji normalitas menunjukkan bahwa data
berdistribusi normal karena masing-masing nilai (Sig) > 0,05. Uji homogenitas
menunjukkan data tidak homogen karena nilai Levene Statistic sebesar 5,794
dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05. Untuk itu digunakan uji hipotesis non�parametrik Kruskal-wallis dengan kriterias nilai probabilitas < 0,05. Nilai
signifikansi yang diperoleh sebesar 0,024 < 0,05 sehingga hipotesis diterima. Dari
ketiga variasi, penggunaan mordan tawas sebanyak 200 gram menghasilkan daya
serap warna yang paling baik, warna lebih merata, lebih tajam, serta motif shibori
yang lebih jelas dibandingkan penggunaan mordan 150 gram maupun 100 gram.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Pewarnaan, Kain katun, Daun Ketapang, Mordan Tawas |
| Subjects: | T Technology > TT Handicrafts Arts and crafts |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Tata Busana |
| Depositing User: | Mrs Susiani Susiani |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 03:41 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 03:41 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/68231 |
