Siregar, Frenky Cristopher (2025) Analisis Kesulitan Siswa Kelas Xii Smk Negeri 1 Percut Sei Tuan Dalam Menguasai Konsep 3d Modeling Pada Software Cad. Undergraduate thesis, UNIMED.
5213121014_Cover.pdf
Download (95kB)
5213121014_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (343kB)
5213121014_Abstrak.pdf
Download (208kB)
5213121014_Kata_Pengantar.pdf
Download (133kB)
5213121014_Daftar_Isi.pdf
Download (210kB)
5213121014_Daftar_Lampiran.pdf
Download (110kB)
5213121014_BAB_I.pdf
Download (436kB)
5213121014_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (939kB)
5213121014_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (351kB)
5213121014_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (756kB)
5213121014_BAB_V.pdf
Download (205kB)
5213121014_Daftar_Pustaka.pdf
Download (122kB)
5213121014_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa kelas XII SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan dalam menguasai konsep 3D modeling menggunakan perangkat lunak Computer Aided Design (CAD) Autodesk Inventor. Kompetensi CAD 3D menjadi keterampilan penting di era Revolusi Industri 4.0, namun kenyataan menunjukkan bahwa siswa masih menghadapi berbagai hambatan baik secara teknis maupun konseptual. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, serta penyebaran angket kepada 30 siswa jurusan Teknik Pemesinan. Instrumen penelitian terdiri atas 22 butir pernyataan dengan skala Likert 1–4 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan bentuk kesulitan, faktor penyebab, serta kesenjangan kemampuan siswa dengan tuntutan industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan serius pada fitur dasar Inventor. Sebanyak 63% siswa menyatakan kesulitan dalam membuat sketch karena sering terjadi kesalahan constraint, 68% kesulitan menggunakan extrude, dan 71% mengalami hambatan pada revolve akibat belum memahami orientasi sumbu. Pada tahap perakitan, 74% siswa mengalami constraint conflict yang menyebabkan kegagalan dalam assembly. Selain itu, 61% siswa belum mampu menyusun gambar kerja 2D secara mandiri dari model 3D yang dibuat. Observasi menunjukkan hanya 35% siswa yang mampu menyelesaikan proyek modeling sederhana tanpa bantuan, 47% masih bergantung pada contoh guru, dan 18% gagal menyelesaikan model. Kesulitan siswa disebabkan oleh faktor kognitif (lemahnya pemahaman konsep gambar teknik), teknis (kesulitan mengoperasikan fitur Inventor), pedagogis (metode pembelajaran dominan ceramah dan demonstrasi), serta lingkungan (fasilitas laboratorium terbatas dan lisensi software yang minim). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kesulitan siswa dalam menguasai Autodesk Inventor bersifat multidimensi dan perlu diatasi melalui penerapan Project-Based Learning, penyediaan modul digital interaktif, peningkatan fasilitas laboratorium, serta pelatihan guru secara berkelanjutan agar kompetensi siswa lebih sesuai dengan kebutuhan industri.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Kesulitan belajar; 3D modeling; Autodesk Inventor; CAD; SMK |
| Subjects: | Q Science > QA Mathematics > QA76 Computer software |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Mesin |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 04:43 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 04:43 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/68023 |
