Sianipar, Siva Putri (2026) Pengaruh Variasi Sedimen Pengerukan Pelabuhan Terhadap Kuat Lentur Aspal Beton Geopolimer Berbasis Fly ash Dengan Aktivator NaOH. Undergraduate thesis, UNIMED.
5213250032_Cover.pdf
Download (135kB)
5213250032_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (672kB)
5213250032_Abstrak.pdf
Download (227kB)
5213250032_Kata_Pengantar.pdf
Download (206kB)
5213250032_Daftar_Isi.pdf
Download (275kB)
5213250032_Daftar_Tabel.pdf
Download (160kB)
5213250032_Daftar_Gambar.pdf
Download (129kB)
5213250032_Daftar_Lampiran.pdf
Download (134kB)
5213250032_BAB_I.pdf
Download (333kB)
5213250032_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5213250032_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5213250032_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5213250032_BAB_V.pdf
Download (178kB)
5213250032_Daftar_Pustaka.pdf
Download (256kB)
5213250032_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Sedimen hasil pengerukan pelabuhan merupakan limbah yang volumenya terus meningkat seiring dengan kegiatan pemeliharaan alur pelayaran, sementara pemanfaatannya masih terbatas. Di sisi lain, fly ash sebagai limbah pembakaran batu bara memiliki kandungan silika dan alumina yang tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan geopolimer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi persentase sedimen pengerukan pelabuhan terhadap kuat lentur aspal beton geopolimer (AC-WC) berbasis fly ash dengan aktivator natrium hidroksida (NaOH). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan variasi persentase sedimen sebesar 10% dan 20%, rasio geopolimer 70:30 dan 80:20, serta molaritas NaOH 10 M dan 12 M. Pengujian kuat lentur dilakukan menggunakan metode three-point bending pada umur curing 28 dan 56 hari. Sebelum pembuatan benda uji, seluruh material diuji karakteristiknya untuk memastikan kesesuaian dengan spesifikasi AC-WC, dan perencanaan campuran ditentukan berdasarkan kadar aspal optimum (KAO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umur curing 28 hari, variasi persentase sedimen belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kuat lentur, dengan nilai berkisar antara 4,17 kN hingga 4,67 kN. Pada umur curing 56 hari, peningkatan persentase sedimen menjadi 20% cenderung meningkatkan nilai kuat lentur, terutama pada campuran dengan molaritas NaOH 12 M. Nilai kuat lentur tertinggi sebesar 5,70 kN diperoleh pada campuran dengan rasio geopolimer 80:20, sedimen 20%, dan NaOH 12 M, yang melampaui nilai campuran kontrol sebesar 5,00 kN. Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sedimen hasil pengerukan pelabuhan berpotensi dimanfaatkan sebagai material alternatif dalam campuran aspal beton geopolimer tanpa menurunkan kinerja lentur, khususnya pada umur curing yang lebih lama. Pemanfaatan limbah ini diharapkan dapat mendukung pengembangan material perkerasan jalan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | aspal beton geopolimer; sedimen pengerukan pelabuhan; fly ash; NaOH; kuat lentur |
| Subjects: | T Technology > TH Building construction > TH1000 Systems of building construction Including fireproof construction, concrete construction |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Bangunan |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 07:54 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 07:54 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67301 |
