Putri, Salsabilla Anggita PEMANFAATAN COFFEE SHOP SEBAGAI CO-WORKING SPACE MAHASISWA STUDI KASUS PADA COFFEE SHOP DOUBLE EGG DI KOTA MEDAN. Undergraduate thesis, UNIMED.
3211122012_Cover.pdf
Download (19kB)
3211122012_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (701kB)
3211122012_Abstrak.pdf
Download (200kB)
3211122012_Kata_Pengantar.pdf
Download (349kB)
3211122012_Daftar_Isi.pdf
Download (203kB)
3211122012_Daftar_Gambar.pdf
Download (310kB)
3211122012_Daftar_Tabel.pdf
Download (310kB)
3211122012_Daftar_Lampiran.pdf
Download (198kB)
3211122012_BAB_I.pdf
Download (215kB)
3211122012_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (357kB)
3211122012_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (221kB)
3211122012_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (745kB)
3211122012_BAB_V.pdf
Download (209kB)
3211122012_Daftar_Pustaka.pdf
Download (420kB)
3211122012_Lampiran.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana preferensi mahasiswa dalam
memilih coffee shop sebagai co-working space dan untuk mengetahui bagaimana
mahasiswa memanfaatkan coffee shop sebagai co-working space. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan
melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan mahasiswa pengguna
co-working space, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
mahasiswa memanfaatkan Coffee Shop Double Egg sebagai ruang untuk
melakukan berbagai aktivitas akademik maupun non-akademik, seperti
mengerjakan tugas, diskusi kelompok, hingga aktivitas kreatif. Preferensi
mahasiswa dalam memilih adalah suasana yang nyaman, ketersediaan fasilitas
seperti Wi-Fi dan colokan listrik, serta lokasi yang strategis. Selain itu, konsep
ruang publik yang ditawarkan coffee shop ini mendukung interaksi sosial dan
kolaborasi antar pengguna. Dalam konteks teori ruang publik Jürgen Habermas,
coffee shop ini dapat dilihat sebagai ruang alternatif yang menyediakan kebebasanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana preferensi mahasiswa dalam
memilih coffee shop sebagai co-working space dan untuk mengetahui bagaimana
mahasiswa memanfaatkan coffee shop sebagai co-working space. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan
melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan mahasiswa pengguna
co-working space, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
mahasiswa memanfaatkan Coffee Shop Double Egg sebagai ruang untuk
melakukan berbagai aktivitas akademik maupun non-akademik, seperti
mengerjakan tugas, diskusi kelompok, hingga aktivitas kreatif. Preferensi
mahasiswa dalam memilih adalah suasana yang nyaman, ketersediaan fasilitas
seperti Wi-Fi dan colokan listrik, serta lokasi yang strategis. Selain itu, konsep
ruang publik yang ditawarkan coffee shop ini mendukung interaksi sosial dan
kolaborasi antar pengguna. Dalam konteks teori ruang publik Jürgen Habermas,
coffee shop ini dapat dilihat sebagai ruang alternatif yang menyediakan kebebasan
berekspresi dan berinteraksi di luar institusi formal. Kesimpulannya, pemanfaatan
coffee shop sebagai co-working space oleh mahasiswa merupakan bentuk adaptasi
terhadap kebutuhan ruang kerja yang fleksibel dan mendukung produktivitas.
berekspresi dan berinteraksi di luar institusi formal. Kesimpulannya, pemanfaatan
coffee shop sebagai co-working space oleh mahasiswa merupakan bentuk adaptasi
terhadap kebutuhan ruang kerja yang fleksibel dan mendukung produktivitas.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Co-Working Space, Coffee Shop, Mahasiswa |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Antropologi |
| Depositing User: | Mr Setiady Setiady |
| Date Deposited: | 06 May 2026 03:07 |
| Last Modified: | 06 May 2026 03:07 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66668 |
