Gulo, Nizwa Putri Salsabila TRADISI SELAPANAN PADA PEREMPUAN ETNIS JAWA PASCA MELAHIRKAN DI DESA LIMAU MANIS KECAMATAN TANJUNG MORAWA. Undergraduate thesis, UNIMED.
3213122042_Cover.pdf
Download (43kB)
3213122042_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (941kB)
3213122042_Abstrak.pdf
Download (43kB)
3213122042_Kata_Pengantar.pdf
Download (194kB)
3213122042_Daftar_Isi.pdf
Download (57kB)
3213122042_Daftar_Gambar.pdf
Download (102kB)
3213122042_Daftar_Tabel.pdf
Download (103kB)
3213122042_Daftar_Lampiran.pdf
Download (40kB)
3213122042_BAB_I.pdf
Download (60kB)
3213122042_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (214kB)
3213122042_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (283kB)
3213122042_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (755kB)
3213122042_BAB_V.pdf
Download (52kB)
3213122042_Daftar_Pustaka.pdf
Download (179kB)
3213122042_Lampiran.pdf
Download (824kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan tradisi selapanan pada perempuan etnis Jawa pasca melahirkan di Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa serta memahami makna dan persepsi masyarakat terhadap tradisi selapanan di era modern. Tradisi selapanan merupakan bentuk perawatan khusus yang dilakukan selama tiga puluh lima hari oleh Ibu pasca melahirkan dengan menggunakan bahan-bahan tradisional. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tradisi selapanan masih dijalankan oleh Ibu pasca melahirkan dalam bentuk melakukan perawatan dengan menggunakan bahan-bahan tradisional seperti parem, pilis, bengkungan, gerita, dan minum jamu. Manfaat dari tradisi selapanan ini untuk merawat dan memulihkan tubuh pasca melahirkan, dan dapat mencegah terjadinya baby blues syndrome melalui ketenangan batin Ibu namun tergantung dari bentuk dukungan emosional Ibu kandung dan suami. Tradisi ini mengalami adaptasi di era modern saat ini, dilihat dari adanya aturan dalam pandangan medis khusus Ibu pasca yang melahirkan secara caesar tidak diperbolehkan menggunakan bengkungan dan minum jamu. Penelitian ini menekankan pentingnya untuk melestarikan tradisi selapanan ini meskipun mengalami adaptasi di era modern agar tidak kehilangan nilai dan makna dari tradisi selapanan karena simbol-simbol tradisi ini memiliki makna budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Jawa
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Tradisi Selapanan, Pasca Melahirkan, Perawatan Tradisional |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Antropologi |
| Depositing User: | Mr Setiady Setiady |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 02:43 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 02:43 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66584 |
