Pasaribu, Agnes Dian Gresi TRADISI PAIJUR BATU PADA MASYARAKAT KELURAHAN PAGAR PINANG, KECAMATAN MANDUAMAS. Undergraduate thesis, UNIMED.
3213322014_Cover.pdf
Download (72kB)
3213322014_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (612kB)
3213322014_Abstrak.pdf
Download (34kB)
3213322014_Kata_Pengantar.pdf
Download (130kB)
3213322014_Daftar_Isi.pdf
Download (176kB)
3213322014_Daftar_Gambar.pdf
Download (32kB)
3213322014_Daftar_Lampiran.pdf
Download (32kB)
3213322014_BAB_I.pdf
Download (256kB)
3213322014_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (912kB)
3213322014_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (393kB)
3213322014_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
3213322014_BAB_V.pdf
Download (61kB)
3213322014_Daftar_Pustaka.pdf
Download (200kB)
3213322014_Lampiran.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini membahas tradisi Paijur Batu sebagai bagian dari rangkaian upacara kematian
yang masih lestari di tengah masyarakat Kelurahan Pagar Pinang, Kecamatan Manduamas,
Kabupaten Tapanuli Tengah. Tradisi ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat Batak
Toba yang sangat menghormati leluhur melalui simbol-simbol religius dan praktik sosial
yang telah diwariskan turun-temurun. Dalam konteks antropologi, tradisi ini merupakan
salah satu bentuk upacara religi yang mengandung sistem makna, simbol, serta ritus sosial
yang kompleks, yang memperkuat hubungan antara manusia, leluhur, dan kekuatan gaib.
Tradisi ini dilaksanakan pada hari ke-40 setelah pemakaman, dengan prosesi utama berupa
peletakan batu nisan di makam almarhum, sebagai simbol penghormatan, pengingat, dan
penghubung spiritual antara keturunan dengan leluhur. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui latar belakang munculnya tradisi Paijur Batu, menggambarkan proses
pelaksanaannya, serta menjelaskan alasan keberlanjutan tradisi tersebut di tengah dinamika
sosial masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Paijur Batu tidak hanya memiliki nilai budaya dan spiritual
yang kuat, tetapi juga berperan dalam mempererat ikatan sosial serta mewariskan nilai-nilai
luhur kepada generasi muda. Meskipun membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang besar,
masyarakat tetap mempertahankan tradisi ini sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Penelitian ini mempertegas pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai kekayaan budaya
yang bermakna dalam kehidupan bermasyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Paijur Batu, tradisi kematian, budaya lokal, masyarakat Pagar Pinang. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahai Faith. Theosophy, etc. > BP1 Islam > BP100 Sacred books > BP135 Hadith literature. Traditions. Sunna |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Antropologi |
| Depositing User: | Mr Setiady Setiady |
| Date Deposited: | 13 Mar 2026 03:08 |
| Last Modified: | 13 Mar 2026 03:08 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66316 |
