Afrilia, T.Nava (2025) REPRESENTASI WACANA ISU POLITIK DINASTI MENJELANG PILKADA SERENTAK 2024 PADA BERITA ONLINE: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH. Undergraduate thesis, UNIMED.
2203210033_Cover.pdf
Download (461kB)
2203210033_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (216kB)
2203210033_Abstrak.pdf
Download (401kB)
2203210033_Kata_Pengantar.pdf
Download (812kB)
2203210033_Daftar_Isi.pdf
Download (245kB)
2203210033_Daftar_Tabel.pdf
Download (216kB)
2203210033_BAB_I.pdf
Download (875kB)
2203210033_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (836kB)
2203210033_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (416kB)
2203210033_BAB_IV.pdf
Download (1MB)
2203210033_BAB_V.pdf
Download (244kB)
2203210033_Daftar_Pustaka.pdf
Download (523kB)
2203210033_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (859kB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji representasi wacana isu politik dinasti dalam pemberitaan online menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 di Indonesia dengan menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakn teks berita pada media online Kompas.com, Tribun News.com, Detik.com, dan Medcom. Id yang terbit pada periode pasca Pemilu menjelang kontestasi Pilkada serentak 2024. Teknik pegumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan kajian pustaka. Penelitian ini berfokus pada analisis konstruksi wacana media terkait politik dinasti pada pemerintahan Jokowi, khususnya pada keluarga presiden Jokowi yang mencalonkan diri atau mendukung calon dalam Pilkada serentak 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level mikro, berita online tentang politik dinasti menyajikan wacana dengan bahasa yang menekankan pada ancaman terhadap demokrasi. Praktik politik dinasti digambarkan secara negatif, seperti dalam penggunaan kata "darurat" dan "membahayakan demokrasi", yang menunjukkan bahwa politik dinasti dianggap melanggar etika politik. Pada level meso, teks berita dari Kompas.com, Tribun News, Detik.com, dan Medcom.id, menyoroti pandangan para akademisi, tokoh politik, dan masyarakat serat dari segi produksi teks, media Komps.com lebih dominan menerbitkan isu ini. Media menggunakan sumber yang kritis terhadap politik dinasti untuk membentuk opini publik, sedangkan pada level makro, wacana politik dinasti muncul di tengah situasi politik Indonesia yang panas menjelang Pilkada 2024. Isu ini dikaitkan dengan peran institusi politik seperti partai-partai besar, yang mendukung anggota keluarga Jokowi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | representasi; wacana; politik |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P101 Language. Linguistic theory. Comparative grammar P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P95 Oral communication. Speech |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Indonesia |
| Depositing User: | Mrs Yuni Chairani |
| Date Deposited: | 10 Mar 2026 04:22 |
| Last Modified: | 10 Mar 2026 04:22 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66253 |
