Malau, Lusi Afriana (2025) ANALISIS AUTOKORELASI SPASIAL PEMETAAN KEJADIAN STUNTING DI KABUPATEN SIMALUNGUN MENGGUNAKAN INDEKS MORAN DAN LOCAL INDICATOR OF SPATIAL AUTOCORRELATION (LISA). Undergraduate thesis, UNIMED.
4203230034_Cover.pdf
Download (216kB)
4203230034_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (450kB)
4203230034_Abstrak.pdf
Download (389kB)
4203230034_Kata_Pengantar.pdf
Download (413kB)
4203230034_Daftar_Isi.pdf
Download (277kB)
4203230034_Daftar_Tabel.pdf
Download (349kB)
4203230034_Daftar_Gambar.pdf
Download (381kB)
4203230034_Daftar_Lampiran.pdf
Download (212kB)
4203230034_BAB_I.pdf
Download (718kB)
4203230034_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
4203230034_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (605kB)
4203230034_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
4203230034_BAB_V.pdf
Download (389kB)
4203230034_Daftar_Pustaka.pdf
Download (515kB)
4203230034_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi pada anak, sehingga menyebabkan gangguan perkembangan fisik dan kognitif pada anak sulit, yang ditandai dengan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan anak seusianya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemetaan kejadian stunting di Kabupaten Simalungun tahun 2023 melalui analisis univariat dan bivariat. Dalam analisis univariat, menunjukkan jumlah kejadian stunting dan jumlah keluarga pra-sejahtera memiliki autokorelasi spasial negatif membentuk pola menyebar (dispersed) ditandai dengan �<�[�], yang mengartikan bahwa tidak ada pengelompokan secara spasial tertentu di seluruh kecamatan yang ada. Pada variabel jumlah bayi yang sudah mendapatkan imunisasi lengkap, jumlah sarana kesehatan, jumlah ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal, dan jumlah ibu hamil berpendidikan SMA keatas menunjukkan autokorelasi spasial positif membentuk pola mengelompok (clustered) ditandai dengan �>�[�], yang menunjukkan adanya pengelompokan spasial tertentu. Secara bivariat, hubungan spasial yang signifikan terjadi pada wilayah dengan jumlah keluarga pra-sejahtera tinggi dan kejadian stunting yang tinggi yang terdapat pada Kecamatan Dolog Masagal. Sedangkan wilayah dengan jumlah jumlah bayi yang sudah mendapatkan imunisasi lengkap, jumlah sarana kesehatan, jumlah ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal, dan jumlah ibu hamil berpendidikan SMA keatas yang rendah dan kejadian stunting yang tinggi berada di kecamatan yang sama yaitu Kecamatan Dolog Masagal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketika jumlah keluarga pra-sejahtera tinggi, maka cenderung prevalensi kejadian stunting tinggi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | 519.5 |
| Keywords: | Autokorelasi Spasial, Indeks Moran, Local Indicator of Spatial Autocorrelation (LISA), Stunting |
| Subjects: | Q Science > QA Mathematics |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Matematika |
| Depositing User: | Mrs Gusti Lisa Utami |
| Date Deposited: | 06 Mar 2026 05:18 |
| Last Modified: | 06 Mar 2026 05:18 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66201 |
