Simanihuruk, Parto Anggita (2025) INTERFERENSI BAHASA BATAK TOBA DALAM PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA BAGI PEMANDU WISATAWAN WATERFRONT PANGURURAN DANAU TOBA SAMOSIR. Undergraduate thesis, UNIMED.
2213510011_Cover.pdf
Download (184kB)
2213510011_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (412kB)
2213510011_Abstrak.pdf
Download (178kB)
2213510011_Kata_Pengantar.pdf
Download (218kB)
2213510011_Daftar_Isi.pdf
Download (239kB)
2213510011_Daftar_Tabel.pdf
Download (176kB)
2213510011_Daftar_Gambar.pdf
Download (175kB)
2213510011_Daftar_Lampiran.pdf
Download (175kB)
2213510011_BAB_I.pdf
Download (639kB)
2213510011_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
2213510011_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (267kB)
2213510011_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
2213510011_BAB_V.pdf
Download (204kB)
2213510011_Daftar_Pustaka.pdf
Download (237kB)
2213510011_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (354kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interferensi bahasa Indonesia ke dalam bahasa Batak Toba dalam tuturan pemandu wisata di Waterfront Pangururan, Danau Toba, Samosir. Dalam kajian ini, digunakan teori yang dikemukakan oleh Weinreich. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, dengan sumber data berupa tuturan pemandu wisata saat berkomunikasi dengan wisatawan di lokasi penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik menyimak dan mencatat percakapan antara pemandu wisata dan wisatawan di Waterfront Pangururan. Analisis data bertujuan untuk menggambarkan bentuk, faktor penyebab, serta jenis
interferensi bahasa yang terjadi dalam interaksi tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk utama interferensi bahasa, yaitu pada tataran fonologi dan morfologi. Pada aspek fonologi, ditemukan perubahan serta
penambahan fonem. Sementara itu, pada tataran morfologi, ditemukan penggunaan sufiks tertentu yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Batak Toba, seperti penggunaan sufiks -mar sebagai pengganti sufiks ber- dalam bahasa Indonesia, serta prefiks tu- yang digunakan sebagai padanan dari prefiks ke- dalam bahasa Indonesia. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya interferensi ini meliputi latar belakang penutur, lingkungan kebahasaan, ketidakpastian dalam pemilihan bahasa, kebiasaan berbahasa, serta perbedaan fonem vokal antara bahasa Batak Toba dan bahasa Indonesia. Adapun jenis interferensi yang ditemukan terbagi menjadi tiga kategori, yaitu pemindahan unsur dari satu bahasa ke bahasa lain, penerapan unsur yang tidak sesuai dengan sistem bahasa kedua ke dalam bahasa pertama, serta pengadaptasian
struktur bahasa kedua karena ketiadaan padanan dalam bahasa pertama
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Interferensi; Bahasa Indonesia; dan Bahasa Batak Toba |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P101 Language. Linguistic theory. Comparative grammar P Language and Literature > PR English literature > PR1 Literary history and criticism |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Indonesia |
| Depositing User: | Mrs Yuni Chairani |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 04:15 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 04:15 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/65889 |
