Potensi Fraksi N-Heksan, Etil Asetat, dan Etanol dari Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai Agen Antibakteri: Studi Secara In Vitro dan In Silico

Rosita, Linda (2025) Potensi Fraksi N-Heksan, Etil Asetat, dan Etanol dari Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai Agen Antibakteri: Studi Secara In Vitro dan In Silico. Masters thesis, UNIMED.

[thumbnail of 8236147001_Cover.pdf] Text
8236147001_Cover.pdf

Download (186kB)
[thumbnail of 8236147001_Lembar_Pengesahan.pdf] Text
8236147001_Lembar_Pengesahan.pdf

Download (333kB)
[thumbnail of 8236147001_Abstrak.pdf] Text
8236147001_Abstrak.pdf

Download (250kB)
[thumbnail of 8236147001_Kata_Pengantar.pdf] Text
8236147001_Kata_Pengantar.pdf

Download (213kB)
[thumbnail of 8236147001_Daftar_Isi.pdf] Text
8236147001_Daftar_Isi.pdf

Download (375kB)
[thumbnail of 8236147001_Daftar_Tabel.pdf] Text
8236147001_Daftar_Tabel.pdf

Download (165kB)
[thumbnail of 8236147001_Daftar_Gambar.pdf] Text
8236147001_Daftar_Gambar.pdf

Download (482kB)
[thumbnail of 8236147001_BAB_I.pdf] Text
8236147001_BAB_I.pdf

Download (348kB)
[thumbnail of 8236147001_BAB_II.pdf] Text
8236147001_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (956kB)
[thumbnail of 8236147001_BAB_III.pdf] Text
8236147001_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of 8236147001_BAB_IV.pdf] Text
8236147001_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[thumbnail of 8236147001_BAB_V.pdf] Text
8236147001_BAB_V.pdf

Download (237kB)
[thumbnail of 8236147001_Daftar_Pustaka.pdf] Text
8236147001_Daftar_Pustaka.pdf

Download (647kB)
[thumbnail of 8236147001_Lampiran.pdf] Text
8236147001_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (638kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi fraksi n-heksan, etil asetat, dan etanol dari kayu secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai antibakteri secara in vitro dan in silico. Metode: Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol diikuti dengan fraksinasi kromatografi kolom gravitasi (KKG). Secara in vitro, aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram dan mikrodilusi untuk menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Salmonella enterica ATCC 14028. Secara in silico, aktivitas antibakteri dilakukan melalui moleculer docking dengan software PyRx Autodock Vina terhadap reseptor DNA gyrase B (PDB ID : 3U2D) dan DNA gyrase B (PDB ID : 6J90). Hasil: Diameter zona hambat pada fraksi n-heksan menunjukkan aktivitas terbaik terhadap bakteri S. aureus sebesar 11 mm dan S. enterica sebesar 10,7 mm, pada fraksi 3 etil asetat menunjukkan aktivitas terbaik terhadap bakteri S. aureus sebesar 16,6 mm dan S. enterica sebesar 15,5 mm, pada fraksi 3 etanol menunjukkan aktivitas terbaik terhadap bakteri S. aureus sebesar 13 mm dan S. enterica sebesar 1,34 mm. Fraksi n-heksan, etil asetat, dan etanol masing- masing memiliki zona hambat yang sedang-kuat terhadap kedua bakteri uji. Hasil KHM pada fraksi n-heksan menunjukkan aktivitas antibakteri terbaik terhadap bakteri S. aureus sebesar 312,5 µg/mL dan S. enterica sebesar 156,25 µg/mL, pada fraksi 3 etil asetat menunjukkan aktivitas terbaik terhadap bakteri S. aureus sebesar 39,062 µg/mL dan S. enterica sebesar 19,53 µg/mL, pada fraksi 3 etanol menunjukkan aktivitas terbaik terhadap bakteri bakteri S. aureus sebesar 625 µg/mL dan S. enterica sebesar 312,5 µg/mL. Hasil analisis GC MS pada fraksi n-heksan teridentifikasi senyawa utama yang bersifat antibakteri yaitu xanthorrhizol. Hasil analisis LC-MS/MS pada fraksi 3 etil asetat teridentifikasi senyawa utama yang bersifat antibakteri yaitu brazilin. Hasil analisis LC-MS/MS pada fraksi 3 etanol teridentifikasi senyawa utama yang bersifat antibakteri yaitu brazilein. Senyawa utama hasil analisis GC-MS dan LC-MS/MS dijadikan ligan uji untuk selanjutnya dilakukan uji in silico dimana semakin negatif nilai binding affinity maka semakin stabil ikatan antara ligan dan reseptor, untuk reseptor DNA gyrase B 3U2D adalah brazilein sebesar -6,0 kkal/mol, sedangkan binding affinity paling negatif/stabil untuk reseptor DNA gyrase B 6J90 adalah brazilin sebesar -9,0 kkal/mol. Hasil prediksi fisikokimia menunjukkan bahwa semua senyawa aktif C. sappan L. memiliki nilai yang baik dan juga memenuhi aturan dari Lipinski rules of five sehingga dapat dijadikan sebagai kandidat obat. Kesimpulan: fraksi n-heksan, etil asetat, dan etanol dari kayu secang memiliki potensi sebagai antibakteri secara in vitro dan secara in silico senyawa aktif kayu secang berpotensi menghambat aktivitas protein DNA gyrase B ID 3U2D dan DNA gyrase B ID 6J90.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 615.321 Ros p
Keywords: antibakteri, Caesalpinia sappan L., fraksinasi KKG, GC-MS, in vitro, in silico, LC-MS/MS
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Q Science > QD Chemistry > QD450 Physical and theoretical chemistry
Q Science > QD Chemistry > QD71 Analytical chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia
Depositing User: Mrs Catur Dedek Khadijah
Date Deposited: 28 Jan 2026 02:19
Last Modified: 28 Jan 2026 02:19
URI: https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/65828

Actions (login required)

View Item
View Item