Aqmarina, Yusria (2025) Ritual Kenduri Safar di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang. Masters thesis, UNIMED.
8216151003_Cover.pdf
Download (211kB)
8216151003_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (520kB)
8216151003_Abstrak.pdf
Download (459kB)
8216151003_Kata_Pengantar.pdf
Download (374kB)
8216151003_Daftar_Isi.pdf
Download (512kB)
8216151003_Daftar_Tabel.pdf
Download (175kB)
8216151003_Daftar_Gambar.pdf
Download (342kB)
8216151003_Daftar_Lampiran.pdf
Download (175kB)
8216151003_BAB_I.pdf
Download (897kB)
8216151003_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
8216151003_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (956kB)
8216151003_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
8216151003_BAB_V.pdf
Download (584kB)
8216151003_Daftar_Pustaka.pdf
Download (562kB)
8216151003_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Tujuan dari penelitian ini yaitu guna menganalisis hal yang melatarbelakangi pelaksanaan ritual kenduri safar, proses pelaksanaan ritual kenduri safar serta makna simbolik yang terdapat pada pelaksanaan ritual kenduri safar di Kampung Pantai Balai, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Berbagai cara yang digunakan untuk memperoleh pengumpulan data penelitian. Salah satunya teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Ritual kenduri safar merupakan salah satu acara budaya penting di Kampung Pantai Balai, Aceh Tamiang, yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Safar. Ritual kenduri safar berakar pada tradisi keagamaan Islam, dengan unsur-unsur lokal seperti makanan khusus dan doa bersama ditempat yaitu pinggir sungai. Bulan ini dianggap suci, dengan berbagai larangan, seperti bepergian dan mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Ritual ini dilakukan untuk tolak bala (menolak bencana) dan mencari perlindungan dari bahaya, memperkuat solidaritas dan hubungan sosial. Pada bulan safar ini juga mengkhawatirkan masyarakat di Kampung Pantai Balai, oleh karena itu dilaksanakan ritual kenduri safar dengan kata lain tolak bola. Kenduri safar biasanya dilakukan untuk menolak bala dan meminta perlindungan dari segala bentuk mara bahaya. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, dari mulai tokoh adat, pemuka agama, hingga masyarakat umum. Semua masyarakat berpartisipasi pada proses tahap ritual kenduri safar. Mulai dari tahap persiapan, masak bersama, doa bersama hingga makan bersama untuk menciptakan sebuah kebersamaan yang kokoh di masyarakat. Kenduri safar menjadi salah satu wujud pelestarian identitas budaya lokal yang ada di Aceh Tamiang. Melalui makna simbolik kenduri safar, masak bersama, doa bersama, makan bersama dan praktik pelaksanaan setiap tahunnya, ritual kenduri safar dapat menjaga keberlangsungan kaidah nilai budaya di era zaman yang semakin maju.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | 394.23 Aqm r |
| Keywords: | ritual; kenduri safar; tolak bala |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN301 Ethnology. Social and cultural anthropology G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN537 Ethnic groups and races |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Antropologi Sosial - (S2) |
| Depositing User: | Mrs Catur Dedek Khadijah |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 07:32 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 07:33 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/65818 |
