Panjaitan, Leri H. (2025) Anakhon Hi Do Hamoraon Di Au: Eksistensi Anak Penyandang Disabilitas Dalam Etnis Batak Toba Di Kabupaten Humbang Hasundutan. Masters thesis, UNIMED.
8226151001_Cover.pdf
Download (189kB)
8226151001_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (362kB)
8226151001_Abstrak.pdf
Download (317kB)
8226151001_Kata_Pengantar.pdf
Download (324kB)
8226151001_Daftar_Isi.pdf
Download (323kB)
8226151001_Daftar_Tabel.pdf
Download (186kB)
8226151001_Daftar_Gambar.pdf
Download (187kB)
8226151001_Daftar_Lampiran.pdf
Download (185kB)
8226151001_BAB_I.pdf
Download (426kB)
8226151001_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (875kB)
8226151001_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (596kB)
8226151001_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
8226151001_BAB_V.pdf
Download (385kB)
8226151001_Daftar_Pustaka.pdf
Download (305kB)
8226151001_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis "Anakhon Hi Do Hamoraon Di Au: Eksistensi Anak Penyandang Disabilitas dalam Etnis Batak Toba Di Kabupaten Humbang Hasundutan, dengan fokus pada persepsi sosial, budaya yaitu nilai budaya batak toba dalam mendidik dan mengasuh anaknya yaitu “anakhon hi do hamoraon dia au” serta tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Batak Toba memiliki pandangan budaya yang khas terhadap anak penyandang disabilitas, yang mempengaruhi cara mereka diperlakukan dan diterima dalam komunitas. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, melibatkan penyandang disabilitas, keluarga, serta tokoh masyarakat setempat sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna nilai anakhon hi do hamoraon di au memiliki pengaruh yang besar dalam memperjuangkan kemandirian anak penyandang disabilitas melalui memberikan hak untuk mendapatkan pendidikan. Mendapatkan hak berpendidikan merupakan salah satu implikasi dari makna nilai anakhon hi do hamoraon di au karena melalui pendidikan anak penyandang disabilitas mendapatkan ruang sosial, perlindungan, kemandirian serta eksistensi ditengah-tengah masyarakat. Yayasan dan SLB tempat mereka menempuh pendidikan bukan juga memberikan pradigma baru kepada keluarga, pengasuh dan stackholder dalam memandang disabilitas dengan manusia yang memiliki hak yang sama dengan anak-anak non disabilitas pada umumnya dengan tujuan anak penyandang disabilitas juga mendapatkan akses kemana dan dimana pun dia berada.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | 305.9083 Pan a |
| Keywords: | Disabilitas, Nilai Budaya Batak, Eksistensi |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN301 Ethnology. Social and cultural anthropology G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN406 Cultural traits, customs, and institutions |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Antropologi Sosial - (S2) |
| Depositing User: | Mrs Catur Dedek Khadijah |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 04:01 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 04:01 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/65813 |
