Damanik, Geofani Husna Utami (2025) Kajian Fungsi dan Makna Makanan Tradisional Dayok niura bagi Etnis Simalungun di Kelurahan Pamatang Bandar, Kecamatan Pamatang Bandar, Kabupaten Simalungun. Masters thesis, UNIMED.
8216152001_Cover.pdf
Download (46kB)
8216152001_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (424kB)
8216152001_Abstrak.pdf
Download (168kB)
8216152001_Kata_Pengantar.pdf
Download (220kB)
8216152001_Daftar_Isi.pdf
Download (172kB)
8216152001_Daftar_Tabel.pdf
Download (137kB)
8216152001_Daftar_Gambar.pdf
Download (140kB)
8216152001_Daftar_Lampiran.pdf
Download (137kB)
8216152001_BAB_I.pdf
Download (495kB)
8216152001_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
8216152001_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (680kB)
8216152001_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
8216152001_BAB_V.pdf
Download (298kB)
8216152001_Daftar_Pustaka.pdf
Download (360kB)
8216152001_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian bertujuan mengeksplorasi latar belakang dan perkembangan penganan tradisional Simalungun, Dayok niura (daging ayam yang dimasak dengan rempah) serta makna simbolik yang terkandung di dalamnya bagi Etnis Simalungun di Kelurahan Pamatang Bandar, Kecamatan Pamatang Bandar, Kabupaten Simalungun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang bertujuan untuk menelusuri dan mendalami secara menyeluruh makna simbolik melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan pemuka masyarakat hingga umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang munculnya Dayok niura berasal dari warisan leluhur secara turun temurun dan dijalankan hingga saat ini. Penganan ini biasanya disajikan pada ritual ataupun upacara tertentu untuk menyampaikan maksud dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan hidup. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat dayok niura yaitu ayam, kholat, sawo muda, kemiri, serai, bawang merah, kelapa, dan jeruk nipis. Bahan-bahan atau rempah ini diambil dari lingkungan sekitar untuk menciptakan cita rasa khas dan diolah manual secara higenis. Setiap langkah dari pembuatan dayok niura mulai dari pemilihan bahan, proses pembuatan, hingga cara penyajiannya mengandung makna sosial dan budaya yang sangat mendalam. Penganan dayok nuira, bukanlah penganan mengenyangkan tetapi lebih berorientasi pada nilai-nilai religius yang didalamnya terselip doa-doa dan harapan atas keberkahan hidup. Penganan ini tidak disajikan setiap hari, melainkan hanya pada mom
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | 394.12 Dam k |
| Keywords: | Dayok, binatur, niura, Simalungun, makna |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN301 Ethnology. Social and cultural anthropology G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN495.4 Societal groups, ethnocentrism, diplomacy, warfare, etc. |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Antropologi Sosial - (S2) |
| Depositing User: | Mrs Catur Dedek Khadijah |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 03:46 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 03:46 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/65803 |
