Sitanggang, Ade Tamaria ANALISIS HUKUM TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH KOTORAN TERNAK DI DESA PARLONDUT KECAMATAN PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR. Undergraduate thesis, UNIMED.
3213111031_Cover.pdf
Download (43kB)
3213111031_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (168kB)
3213111031_Abstrak.pdf
Download (94kB)
3213111031_Kata_Pengantar.pdf
Download (120kB)
3213111031_Daftar_Isi.pdf
Download (64kB)
3213111031_Daftar_Gambar.pdf
Download (43kB)
3213111031_Daftar_Tabel.pdf
Download (45kB)
3213111031_Daftar_Lampiran.pdf
Download (47kB)
3213111031_BAB_I.pdf
Download (69kB)
3213111031_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (197kB)
3213111031_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (111kB)
3213111031_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (243kB)
3213111031_BAB_V.pdf
Download (43kB)
3213111031_Daftar_Pustaka.pdf
Download (164kB)
3213111031_Lampiran.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pencemaran lingkungan akibat limbah kotoran ternak, menilai implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Samosir No. 26 Tahun 2006, serta mengidentifikasi kendala dalam penerapannya di Desa Parlondut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencemaran lingkungan di Desa Parlondut terjadi dalam bentuk pencemaran air, tanah, dan udara. Air menjadi keruh dan berbau, tanah kehilangan kesuburan akibat limbah yang menumpuk, dan udara tercemar oleh bau menyengat dari kotoran ternak yang tidak dikelola. Ketiga bentuk pencemaran ini berdampak pada kesehatan masyarakat serta kualitas lingkungan hidup warga. Selanjutnya, dampak limbah kotoran ternak terhadap tanaman dan lahan pertanian sangat nyata. Tanah yang tercemar tidak lagi mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal, dan aliran limbah menyebabkan kerusakan pada tanaman yang ditanam di sekitar rumah warga. Para petani mengeluhkan penurunan hasil panen dan rusaknya tanaman akibat kandungan limbah yang mencemari media tanam. Selain itu, kontribusi limbah ternak terhadap pencemaran udara menjadi keluhan utama masyarakat. Bau menyengat yang bersumber dari tumpukan limbah sangat mengganggu aktivitas harian warga, terutama saat cuaca panas dan setelah hujan. Implementasi Perda No. 26 Tahun 2006 belum efektif karena minimnya sosialisasi, lemahnya pengawasan, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta tidak adanya sanksi tegas terhadap pelanggaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi ilmiah dalam pembentukan kebijakan pengelolaan limbah peternakan berbasis hukum dan kesadaran ekologi masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Analisis Hukum, Pencemaran Lingkungan, Limbah Kotoran Ternak |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pkn |
| Depositing User: | Mr Setiady Setiady |
| Date Deposited: | 05 Jan 2026 02:43 |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 02:43 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/65753 |
