Agnesia, Cindy (2023) FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN DEODORAN SPRAY EKSTRAK GETAH KEMENYAN (Styrax benzoin). Undergraduate thesis, Universitas Negeri Medan.
1. 4193210018 COVER.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
2. 4193210018 APPROVAL SHEET.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
3. 4193210018 ABSTRACT.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
4. 4193210018 PREFACE.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
5. 4193210018 TABLE OF CONTENT.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
6. 4193210018 ILLUSTRATION.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
7. 4193210018 TABLES.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
8. 4193210018 APPENDICES.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
9. 4193210018 CHAPTER I.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
13. 4193210018 CHAPTER V.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
14. 4193210018 BIBLIOGRAPHY.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak getah kemenyan sebagai bahan aktif dalam deodoran spray yang dilihat dari kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermis dan Pseudomonas aeruginosa. Metode yang dipakai adalah metode difusi cakram. Deodoran dibuat ke dalam 5 formulasi dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda, yaitu 5% (F1), 10% (F2), 15% (F3), 20% (F4) dan 25% (F5). Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa kelima formulasi deodoran spray lebih optimal dalam
menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermis yang ditunjukkan oleh besarnya diameter zona bening yang dihasilkan oleh kelima formulasi. Ratarata zona hambat yang dihasilkan kelima formulasi deodoran spray pada bakteri
Pseudomonas aeruginosa adalah 1,92-2,63 mm. Sementara pada bakteri Staphylococcus epidermis 4,00-5,35 mm. Kelima formulasi dilakukan evaluasi terhadap sediaan yang dihasilkan untuk melihat kualitas sediaan yang dihasilkan.
Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji viskositas, dan uji iritasi. Hasil evaluasi sediaan memberikan hasil bahwa kelima formulasi deodoran memiliki bentuk sediaan cair, aroma khas kemenyan yang wangi, warna kuning kecoklatan hingga coklat kehitaman, serta terasa lembut dan dingin saat diaplikasikan di kulit (F3-F5 terasa sedikit lengket saat diaplikasikan di kulit), pH 4. F1 memiliki viskositas yang mendekati dengan viskositas pembanding, yakni 1,4312 cP. Hasil uji iritasi memberikan hasil bahwa terdapat 2 sukarelawan yang mengalami iritasi eritema pada F2-F5 dan F5. Hal ini dapat disebabkan karena
kondisi kulit sukarelawan yang sensitive terhadap bahan yang digunakan dalam formulasi tersebut.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Keywords: | Deodoran spray, Styrax benzoin, bau badan. |
Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia |
Depositing User: | Cut Lidya Mutia |
Date Deposited: | 06 Feb 2024 02:48 |
Last Modified: | 06 Feb 2024 02:48 |
URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/54251 |